Dirambah Penambang, Dewan Minta Masyarakat dan Pemdes Jaga Situs Kota Kapur

Dia juga menyayangkan anak sekolah dasar yang mengisi liburan dengan menambang di Kawasan Cagar Budaya Situs Kota Kapur

Dirambah Penambang, Dewan Minta Masyarakat dan Pemdes Jaga Situs Kota Kapur
bangkapos.com/Nurhayati
Mendra Kurniawan 

LaporanWartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Anggota komisi I DPRD Kabupaten Bangka prihatin ditambangnya kawasan Cagar Budaya Situs Kota Kapur.

Dia sudah berkoordinasi dengan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Widiarti agar peninggalan bersejarah ini dijaga dilestarikan.

Anak-anak yang melimbang di Kawasan Situs Kota Kapur dan tembikar peninggalan bersejarah, Rabu (27/12/2017) yang ditemukan para penambang saat menambang di kawasan tersebut.
Anak-anak yang melimbang di Kawasan Situs Kota Kapur dan tembikar peninggalan bersejarah, Rabu (27/12/2017) yang ditemukan para penambang saat menambang di kawasan tersebut. (ist/satpol pp kabupaten bangka)

"Kalau sudah urusan perut ini kita serba susah dan serba salah. Kalau kita lihat apa yang terjadi di Situs Kota Kapur mungkin kawan-kawan di satpol pp dan pihak kebudayaan sudah melakukan pengecekan di lapangan dan dilakukan penghentian. Tinggal kita cari akar persoalannya apakah yang menambang ini kawan-kawan di daerah Kota Kapur atau dari luar. Kalau memang sampai terjadi pemda bersama masyarakat sekitar melakukan kontrol dan pihak desa juga. Jangan sampai situs bersejarah inj porak poranda," kata Mendra kepada bangkapos.com, Jumat (29/12/2017) di DPRD Kabupaten Bangka.

Politikus dari Partai Gerindra ini meminta agar Pemkab Bangka, Pemerintah Desa Kota Kapur dan pihak-pihak terkait serta masyarakat lebih peduli menjaga Situs Kota Kapur peninggalan jaman Kerajaan Sriwijaya ini.

Dia juga menyayangkan anak sekolah dasar yang mengisi liburan dengan menambang di Kawasan Cagar Budaya Situs Kota Kapur.

Alasan anak-anak menambang untuk mencari uang jajan ini sangat tidak dibenarkan. Harusnya anak-anak sekolah dasar ini mengisi liburannya dengan kegiatan yang bermanfaat.

"Jangan sampai mereka melakukan kegiatan mendulang timah malah di lokasi situs sejarah," ungkap Mendra.

Dia minta agar peran orangtua dan aparat pemerintah desa harus mengontrol kegiatan anak-anak tersebut.

"Kepala desa RT kadus yang berperan kalau terjadi hal seperti itu segera dilaporkan. Siapa lagi yang menghargai kalau bukan masyarakat dan pemerintah desa. Mohon kepada orang tua ada perhatian. Jangan sampai menimbulkan korban karena anak- anak ini kegiatan liburan dengan bermain bukan kegiatan yang dianggap kurang positif," tegas Mendra.

Disinggung terjadinya penambangan di Situs Kota Kapur ini karena tidak adanya pengawasan dari pihak-pihak terkait dan tidak adanya pemeliharaan situs bersejarah tersebut, Mendra mengatakan untuk pengawasan dan pemeliharaan situs bersejarah ini apa yang dilakukan oleh Pemkab Bangka sudah sesuai prosedur.

Namun dia juga meminta peran aktif dari pemerintah Desa dan masyarakat di Desa Kota Kapur untuk menjaga cagar budaya tersebut.

"Kami yakin yang membuka penambangan ini bukan semua masyarakat desa tetapi oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab dan mungkin tidak mengerti bahwa daerah yang tambang ini adalah situs sejarah yang harusnya di jaga. Sekali lagi kami berharap masyarakat dan aparat desa yang lebih banyak berperan," tegas Mendra.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved