Jelang Tahun Politik, Investor Tahan Beli Properti

Properti dengan harga di bawah Rp 1 miliar lebih mudah terjual dibandingkan properti yang harganya di atas Rp 2,5 miliar.

Jelang Tahun Politik, Investor Tahan Beli Properti
Kompas Ekonomi
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM-- Kondisi penjualan properti yang belum bergairah bukan berarti menandakan daya beli masyarakat turun.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, terutama para investor sebenarnya tetap memegang uang dalam jumlah besar meski tidak membelanjakannya karena masih wait and see.

"Kondisi pasar properti ini unik karena berhubungan dengan politik. Banyak yang menahan (untuk membeli properti) ketika tahun politik," ujar Amran kepada KompasProperti, baru-baru ini.

Ia melihat, saat ini orang-orang cenderung mencari investasi yang liquid atau gampang dicairkan menjadi uang tunai kembali seperti emas atau valas.

Sementara properti adalah bentuk investasi yang non-liquid. Amran mencontohkan, saat seseorang membelanjakan uangnya untuk unit apartemen satu lantai, ke depan akan sulit menjualnya kembali.

"Mungkin baru 10 tahun kemudian baru bisa terjual. Kecuali barang yang memang kebutuhan mendasar misal hunian di bawah Rp 600 juta di lokasi yang tepat kita masih bisa jualan," jelas Amran.

Ia menambahkan, properti dengan harga di bawah Rp 1 miliar lebih mudah terjual dibandingkan properti yang harganya di atas Rp 2,5 miliar.

Hal ini dikarenakan, segmentasi pasar untuk properti di atas Rp 2,5 miliar atau menengah ke atas ini sangat terbatas.

"Segmen yang menengah ke atas masih ada. Cuma orang ini juga kalaupun punya uang, mereka sekarang tidak butuh rumah karena sudah punya," sebut Amran.

Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help