Kisah Nelayan DAS Perimping Diancam Penambang, Lalu Bilang Ini Langsung Kabur

Mereka ini rata-rata bukan orang lokal, tapi garangnya melebihi orang lokal. Pernah suatu waktu saya diancam, pertama

Kisah Nelayan DAS Perimping Diancam Penambang, Lalu Bilang Ini Langsung Kabur
Bangkapos/Hendra
solidaritas nelayan menolak tambang laut, Jumat (29/12/2017) di Kantor Gubernur Bangka Belitung 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivas penambangan dan aktivitas nelayan selalu menjadi polemik di Bangka Belitung.

Wisnu mengisahkan di daerahnya yakni daerah aliran sungai (DAS) Perimping aktivitas penambangan dan nelayan selalu bertolak belakang. 

Tak jangan Wisnu ataupun rekan nelayan lainnya mendapat perlakukan kasar. Bukan hanya mengancam ataupun mengintimidasi.

Tapi ada juga penambang yang melempar mereka dengan batu atau pun parang.

“Mereka ini rata-rata bukan orang lokal, tapi garangnya melebihi orang lokal. Pernah suatu waktu saya diancam, pertama saya diam. Tapi lama-lama saya marah juga, saya bilang “kalau kamu macam-macam dengan kami, saya sedot, saya minum darah kamu”. Langsung penambang itu mundur,” kisah Wisnu disela aksi menolak tambang laut di halaman kantor Gubernur Babel, Jumat (29/12/2017).

Anehnya kata Wisnu tambang ilegal di DAS Perimping semakin menjadi. Pemerintah dan aparat pun tak berkutik.

Padahal DAS dilarang untuk ditambang, apalagi merusaknya. Namun perusakan secara nyata tersebut terus dan terus terjadi.

“Kerusakannya kelihatan. Masa pemerintahnya diam saja. Kalau aparatnya, tak bisa diharapkan lah. Pernah dipasang spanduk dilarang menambang, malah dirusak penambang,” kata Wisnu.

Kepada bangkapos.com, Wisnu hanya ingin mengeluarkan sekelumit keluh kesahnya. Bertahun-tahun, wilayah tangkap ikannya dirusak.

Wisnu dan nelayan-nelayan lainnya hanya ingin pemerintah mengembalikan haknya, menjadi nelayan sebagaimana nenek moyang mereka dulu, tapi kapan? 

“Entahlah. Semoga masih ada keadilan buat kami,” tuturnya.(*)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved