Air Mata Sukar Menetes Bahagia Lihat Anaknya Bisa Disunat

Biayanya lumayan mahal bang, sedangkan kita seperti ini kehidupannya, kadang ada rejeki, kadang tidak ada

Air Mata Sukar Menetes Bahagia Lihat Anaknya Bisa Disunat
Bangkapos/Edwardi
Bupati Bangka menyalami peserta sunatan massal di Desa Labu Kecamatan Puding Besar 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –
Air mata Sukar (36), warga Puding Besar  menetes bahagia ketika ditanya perasaannya usai anaknya, M Lutfi (7) mengikuti sunatan massal.


"Alhamdullilah bang, saya sangat bahagia dan terbantu sekali dengan adanya sunatan massal yang diselenggarakan di Desa Labu Kecamatan Puding Besar," kata Sukar di sela-sela sunatan massal se-kecamatan Puding Besar, Sabtu (30/12/17) di Desa Labu.


Sukar mengungkapkan, kehidupan ekonomi yang kurang mampu terkadang sangat berpikir sekali untuk menyunatkan anaknya ke dokter.


"Biayanya lumayan mahal bang, sedangkan kita seperti ini kehidupannya, kadang ada rejeki, kadang tidak ada, jadi mikir dua kali lagi, untuk makan juga kadang susah, jadi pintar-pintar kitalah, namun dengan adanya sunatan massal yang diselenggarakan oleh Pak Bupati Bangka ini, kami sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih," ujar Sukar.

Sukar mengatakan ia sudah banyak mendengar, kalau Bupati Bangka H. Tarmizi Saat sering turun ke lapangan dan melihat langsung kehidupan masyarakatnya.


"Jiwa sosialnya tinggi, membantu masyarakat juga, sering natak kampung, dan sunatan massal ini salah satu buktinya bang, ku dapat informasi dari warga yang lain juga, katanya ada kegiatan sunatan massal, jadi langsung daftar anakku M. Lutfi ini. makasih banyak ku ucapkan kepada pak bupati kite ni," kata Sukar.



Sementara itu, M Lutfi yang duduk di bangku sekolah dasar, dirinya mau melakukan sunat ini dikarenakan atas kemauan sendiri.


"Sakit sedikit, macem digigit semut, tapi ini lah hilang sakit e," kata M. Lutfi yang bercita-cita menjadi polisi ini.


Bupati Bangka H. Tarmizi Saat mengungkapkan kegiatan sunatan massal ini merupakan salah satu bentuk kepeduliannya maupun pemerintah dalam membantu masyarakat yang ekonominya kurang mampu.


"Kita ingin masyarakat dapat merasakan langsung, apa yang kita programkan salah satunya dengan sunatan massal ini," katanya.


Tujuan dilaksanakan sunatan massal ini selain membantu masyarakat, juga untuk meningkatkan dan mensyiarkan agama bahwa sunat itu wajib hukumnya bagi laki-laki yang beragama islam.


"Semoga program-program kita yang menjadi strategis dapat dilaksanakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat kita semuanya," kata bupati.


Diketahui sebanyak 73 anak se-Kecamatan Puding Besar melakukan khitanan masyarakat yang dipusatkan di Desa Labu. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Puskesmas Puding Besar.(*)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved