BangkaPos/

Tragis! Kepala Bayi Ini Terpenggal Saat Persalinan, Sang Ibu Melayangkan Tuntutan ke Rumah Sakit

Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan seorang ibu saat mengetahui anak pertamanya lahir dengan kondisi yang tidak seperti harapan.

Tragis! Kepala Bayi Ini Terpenggal Saat Persalinan, Sang Ibu Melayangkan Tuntutan ke Rumah Sakit
Mereka menerima kotak putih berisi tubuh bayinya yang telah terpisah dari kepalanya | daily mail 

Ketika air ketubannya pecah dokter membawanya ke ruang persalinan dan mulai mendorong perut agar bayinya keluar meskipun dia tidak merasakan sakit sebelum lahir.

Natalia meminta operasi caesar tapi tim dokter mengatakan tidak ada yang bisa melakukannya, namun saat kepala bayi tertahan di dalam leher rahim mereka dengan cepat menemukan orang yang dapat melakukan operasi.

"Dia meregangkan dan membalikkan tubuh bayiku, aku merasakannya, mereka melakukannya dengan sangat keras, sangat menyakitkan" kata Natalia.

Natalia berkata pada dokter bahwa itu sakit namun dokter menyuruhnya diam dan memintanya membuka kaki sampai mereka mengeluarkan bayi itu.

Natalia hanya bisa melihat bagian kaki bayinya tim dokter tidak menunjukkan seluruh tubuhnya.

Tim dokter segera membawa Natalia ke ruang operasi karena kepala bayinya masih tertahan, saat Natalia mempertanyakan tindakan dokter tersebut tidak ada yang memberikannya penjelasan.

undefined
Reina Natalia (30) melayangkan tuntutan pada pihak rumah sakit atas kelalaian dokter yang membantu proses persalianannya

Natalia menuntut keadilan pada rumah sakit karena bisa saja kasus ini terjadi lagi pada orang lain.

"Saya meminta keadilan karena ini bisa terjadi pada siapapun. Dan mereka harus memecat wanita ini, dan melepaskan gelar dokternya. Dia melakukan ini padaku. Dia tidak bisa bekerja sebagai dokter. Dia yang memenggal bayiku. "

Keeseokan harinya Natalia dan suami menerima kotak putih berisi tubuh bayinya yang sudah terpisah dari kepalanya.

Ini sangat menyakitkan bagi mereka karena bayi tersebut adalah anak pertamanya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help