Kenapa Banyak Orang Sangat Suka Bakso, Ahli Nutrisi Ini Menjawabnya

Sedemikian populer dan disukai, warung mi bakso bisa ditemui di ujung propinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga tanah Papua

Kenapa Banyak Orang Sangat Suka Bakso, Ahli Nutrisi Ini Menjawabnya
Bakso Sumber Selera
Bakso, salah satu kuliner Indonesia yang sangat dekat dengan masyarakat. 

Cobalah cek ke belakang, dalam seminggu – menu apa yang sama berulang untuk anak? Jika dalam seminggu selalu ada bakso di salah satu atau beberapa hari, maka jangan harap anak mempunyai pilihan lebih sehat ketimbang bakso dan sosis – olahan daging yang sudah mendapat lampu merah dari World Health Organization.

Ketimbang membuat resolusi gila-gilaan di tahun 2018, mengapa tidak mulai membiasakan diri membuat menu seminggu, bahkan sebulan – di mana ayam dan tempe tidak selalu menjadi gorengan, dan bakso serta sosis tidak lagi muncul sebagai menu praktis.

Dari data yang disusun oleh Asia Pacific Food Forward Trends Report II didapatkan angka-angka yang cukup mencengangkan: saat hanya 16% publik Australia merasa tertarik membeli makanan yang diiklankan para selebrita, justru 73% penduduk Tiongkok, 21% penduduk Singapura dan 21% penduduk Korsel memilih produk pangan dan restoran seperti apa kata artis.

Sayangnya, data dari Indonesia tidak ada.

Kesadaran untuk memilih pangan sehat secara rasional -bukan akibat gosokan iklan, komit menjalankannya, mulai mengatur preferensi pangan keluarga, rasanya jauh lebih bermanfaat sebagai tujuan hidup sehat, ketimbang diet yang dipelajari secara otodidak di Facebook atau Youtube.

Begitu pula mengatur hidup lebih banyak gerak sehari-hari lebih masuk akal ketimbang ikut maraton musiman dengan risiko bukan hanya cedera, tapi juga serangan jantung akibat tidak tahu diri.

Move on dari menu bakso, bisa jadi juga berlaku di berbagai aspek lain kehidupan manusia. Mengapa masih terpaku pada pola lama dan orang-orang masa lalu? Karena kita belum mengizinkan yang baru dan yang lebih baik sebagai bagian dari pilihan.

Jangan sampai ketidakmampuan move on diam-diam kita juga biasakan pada si kecil, hanya karena variasi pangannya masih itu-itu juga.

 
Tahun yang baru, sangat mungkin mendapatkan hasil yang juga baru. Asal yang lama diikhlaskan saja, yang usang layak dibuang.

Asal diingat juga: hal yang baru tentu tidak mungkin mendadak seru – seperti belajar mengemudi pertama kali.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved