Soal Seks, Ini Pengaruhnya pada Pria yang Disunat dengan Tidak Disunat

Sunat biasanya tidak diwajibkan secara medis, namun dapat dilakukan untuk berbagai alasan (tradisi budaya, keyakinan agama, kebersihan pribadi)

Soal Seks, Ini Pengaruhnya pada Pria yang Disunat dengan Tidak Disunat
Independent
ILUSTRASI 

BANGKAPOS.COM--Sunat mungkin adalah prosedur pembedahan elektif yang paling sering dilakukan pada pria.

Sederhananya, sunat dapat digambarkan sebagai pengangkatan kulit kulup penis, alias preputium.

Sunat biasanya tidak diwajibkan secara medis, namun dapat dilakukan untuk berbagai alasan (tradisi budaya, keyakinan agama, kebersihan pribadi).

Pertanyaannya kemudian, apakah “bebas kulup” benar mempengaruhi gairah — untuk pria atau wanita?

Benarkah penis yang disunat lebih sehat? Apa bedanya penis yang disunat dan tidak?

Satu-satunya perbedaan antara penis yang disunat dan tidak adalah, penis yang tidak disunat masih memiliki kulup yang menempel di ujung kepala penis. Sementara, yang disunat tidak.

Selain itu, tidak ada lagi karakteristik fisik spesifik yang membedakan keduanya. Bagaimana dengan cara kerja atau sensasi yang didapat dari keduanya?

1. Sensitivitas

Penis yang tidak disunat

Kulup mewakili setidaknya sepertiga dari kulit penis. Kulup berfungsi melindungi kepala penis dari abrasi dan kontak langsung dengan pakaian.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help