Jual Obat Oplosan di Kafe, Buruh Harian Ini tertangkap Satnarkoba Polres Basel

Satuan Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil mengamankan pelaku tindak pidana penyalaggunaan obat pada Senin (1/1/2018)

Jual Obat Oplosan di Kafe, Buruh Harian Ini tertangkap Satnarkoba Polres Basel
Bangka Pos / Riki Pratama
Jajaran Satuan Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil mengamankan Andi pelaku tindak pidana penyalaggunaan obat pada Senin (1/1/2018) pukul 01.00 WIB di Kafe Musa Parit 9 Desa Gadung Kecamatan Toboali Kabupaten Basel

Laporam Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Satuan Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil mengamankan pelaku tindak pidana penyalaggunaan obat pada Senin (1/1/2018) pukul 01.00 WIB di Kafe Musa Parit 9 Desa Gadung Kecamatan Toboali Kabupaten Basel.

Adapun Identitas pelaku yang berhasil diamankan bernama Andi Suryadi alias Damser (29) warga Jalan Kapuk Parit 8, Kecamatan Toboali.

Andi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian ini, ditangkap polisi karena kedapatan memiliki enam setengah butir obat racikan dan dua buah plastik kecil yang diketahui merupakan oplosan obat bodrex, pil kina, obat herbal dan riboquin.

Kasat Narkoba AKP Satriadi mengatakan penangkapan tersangka Andi berawal dari informasi yang menyebutkan adanya praktek penyalagunaan obat obatan diwilayah Kecamatan Toboali.

"Anggota dari Sat reskrim gabungan mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya penyalahgunaan Obat-obatan yang berada di Kafe Musa Parit 9 Desa Gadung Kecamatan Toboali, lalu kemudian anggota Kepolisian beserta RT setempat Melakukan penggeledahan,"jelas Satriadi mewakili Kapolres Basel AKBP Bambang Kusnarianto kepada wartawan.

Ia menambahkan dari penggeledahan itu di temukan barang bukti berupa enam setengah butir obat racikan, dan dua buah plastik kecil yang diduga merupakan obat oplosan.

"Keterangan tersangka obat tersebut oplosan bodrex, pil kina obat herbal dan riboquin, dia ini ingin menjualnya ke pengunjung cafe, namun belum sempat terjual, ia juga mengaku baru sekali ini membuatnya,"lanjutnya

Atas kejadian itu, sambung Satriadi tersangka dikenakan Undang undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda satu milyar.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help