Diskusi Lintas Kampus: Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Teknologi harus dikendalikan secara bijak untuk menciptakan masyarakat yang kreatif dan inovatif sehingga tidak selalu menjadi korban negatif

Diskusi Lintas Kampus: Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi
ist
Diskusi lintas kampus mengusung tema Ekonimi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Perkembangan teknologi informasi hendaknya direspon secara bijak dengan menempatkan manfaat positifnya bagi pengembangan ekonomi. Topik utama ini dibicarakan oleh BEM FISIP Universitas Bangka Belitung saat menggelar seminar di Ruang Pertemuan Puri 56 Pangkal Pinang (28/12).

Acara ini menghadirkan pembicara kunci, antara lain Dr. Yan Megawandi yang hadir didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Drs. A. Rivai. Sementara itu, hadir pula Dr. Devi Valeriani yang merupakan ahli ekonomi regional dari Universitas Bangka Belitung dan Hongky Listiadi yang merupakan praktisi sosial budaya.

Yan Megawandi dalam paparannya mengatakan bahwa visi pariwisata menjadi concern-nya hingga saat ini. Ia membuka paparan dengan trajektori konsep pembangunan pariwisata Bangka Belitung.

Fleksibilitas dan aksesibilitas menurutnya merupakan sektor pendukung aktivitas ekonomi yang berbasis digitalisasi dan teknologi informasi mutakhir.

"Teknologi secara signifikan mampu mengakselerasi dan merangkum banyak sisi kehidupan, sehingga banyak mimpi dan visi pembangunan yang menjadi realistis untuk diwujudkan," ungkapnya.

Devi Valeriani yang baru saja merampungkan penelitian disertasinya tentang ekonomi pariwisata di Bangka Belitung memaparkan angka statistik terkait perkembangan data ekonomi pariwisata. Tersaji berbagai dinamika peluang dan tantangan bagi dunia pariwisata baik di tataran persaingan global, nasional, dan regional.

Kontribusi sektor pariwisata bagi pertumbuhan ekonomi bertumbuh secara konsisten, namun masih meninggalkan catatan minor berupa rendahnya multiflyer effect bagi peningkatan dan pemerataan kesejahteraan di tingkat lokal.

Ia menambahkan 4 bidang perhatian utama, yakni destinasi wisata, promosi, kelembagaan, dan industri pariwisata.

Hongkie Listiadi penggiat budaya dan praktisi pariwisata menyampaikan arti penting dari dunia yang semakin terdigitalisasi. Ada banyak perubahan besar dari cara hidup dan kondisi sosial yang terdampak dari proses ini menurutnya, tak terkecuali perihal wisata yang semakin mengkultur secara global, teknologi digital membuat sektor pendukung pariwisata pun menjadi lebih praktis dan tanpa batas.

"Merubah paradigma pembangunan pariwisata berbasis teknologi menjadi sebuah keniscayaan, baik dalam tataran infrastruktur, konsep pengembangan, jaringan, dan yang paling utama dalam hal promosi wisata," kata Hongkie.

Diskusi diakhiri dengan penyampaian rekomendasi kritis dan strategis yang dapat dijadikan pijakan arah dan orientasi oleh segenap stakeholder kepariwisataan yang bercorak e-tourism.

Ahmad Subhan Hafiz, Gubernur BEM FISIP UBB menyatakan bahwa kegiatan ini dikhususkan pada kalangan aktivis muda lintas organisasi dan kampus agar objektif memanfaatkan teknologi untuk mendorong kemandirian positif.

"Teknologi harus dikendalikan secara bijak untuk menciptakan masyarakat yang kreatif dan inovatif sehingga tidak selalu menjadi korban negatif atas ekses kemajuan teknologi," pungkasnya.

Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved