Emelda Bantah Kenaikan Harga Sembako di Bangka Karena Ulah Spekulan

Diakuinya, kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadj karena faktor cuaca, mengingat pengiriman barang kebanyakan dari luar daerah

Emelda Bantah Kenaikan Harga Sembako di Bangka Karena Ulah Spekulan
Bangkapos/Nurhayati
Emelda 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Komisi II DPRD Bangka Emelda membantah adanya spekulan yang bermain seiring terjadinya lonjakan harga sembako menjelang akhir tahun 2017 lalu hingga awal Tahun Baru 2018 ini.

"Tidak ada spekulan karena dinas terkait yaitu UPT pasar setiap hari mengontrol harga jual dan stok di gudang. Bukan permainan tengkulak. Pasca panen juga tidak maksimal karena kondisi cuaca, saat ini yang musim hujan," bantah Emelda saat dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (2/1/2018) di Ruang Komisi II DPRD Kabupaten Bangka.

Diakuinya dari data yang diperoleh komisi II dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka, kenaikan harga terjadi pada kelompok pangan pada 15 jenis komoditas dan 36 item rata-rata 1,17 persen.

Untuk komoditi beras terjadi kenaikan rata-rata 1,19 persen. Sedangkan sayuran pada komoditi bawang merah mengalami kenaikan 7,14 persen dan cabe besar sebesar 13,64 persen dan kentang naik sebesar 8,33 persen.

"Untuk kacang-kacangan kenaikan pada item kacang hijau lima persen. Penurunan terjadi pada item gula pasir sebesar 7,69 persen, jagung pipilan sebesar 12,50 persen dan kacang tanah delapan persen," jelas Politisi dari Partai Golkar ini.

Sedangkan untuk distribusi barang-barang kebutuhan rumah tangga tersebut lancar dan stok cukup.

Diakuinya, kenaikan harga kebutuhan pokok ini terjadj karena faktor cuaca, mengingat pengiriman barang kebanyakan dari luar daerah seperti Palembang, Jakarta dan Jawa.

Kondisi ini terkendala angkutan kapal laut sehingga biaya pengiriman meningkat.

Untuk mengadakan operasi pasar mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok, kata Emelda pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan disnakeperindag.

Pasalnya saat ini dana APBD Kabupaten Bangka 2018 masih dalam proses pencairan

"Sepertinya untuk sekarang belum karena anggaran baru. Hasil evaluasi dari gubernur belum keluar. Untuk bulan-bulan ini belum bisa," kata Emelda.

Ia juga tidak dapat memastikan sampai kapan kenaikan harga sembako ini. Untuk itu DPRD minta disnakerperindag secepatnya menindkalanjuti agar harga sembako bisa stabil kembali.

"Kami minta diskerperindag turun ke pasar mengecek harga supaya ada penurunan. Mungkin ini karena tahun baru dengan natal. Biasanya perayaan momen keagamaan relatif harga meningkat," jelas Emelda.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help