Indentitas Mayat Misterius di Semak-Semak di Sungailiat Terungkap, Diduga Korban Tabrak Lari

Identitas mayat tak dikenal di semak belukar Simpang Pantai Mangkalok Desa Rebo Sungailiat Bangka, akhirnya diketahui bernama

Indentitas Mayat Misterius di Semak-Semak di Sungailiat Terungkap, Diduga Korban Tabrak Lari
ist
Penemuan Mayat di Simpang Pantai Mangkalok Desa Rebo Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Identitas mayat tak dikenal di semak belukar Simpang Pantai Mangkalok Desa Rebo Sungailiat Bangka, akhirnya diketahui bernama Martin.

Pria berusia 65 tahun, Warga Desa Nibung Kecamatan Puding Besar Bangka ini dikembalikan pada pihak keluarga untuk dikebumikan.

Mayat Tanpa Identitas di temukan kawasan Pantai Mengkalok Desa Rebo Sungailiat Bangka
Mayat Tanpa Identitas di temukan kawasan Pantai Mengkalok Desa Rebo Sungailiat Bangka (ist)

"Korban bernama Martin, usia 65 tahun, pekerjaan petani, Warga Nibung Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka," kata Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian kepada Bangka Pos Group, Selasa (2/1/2018).

Korban ditemukan, Senin (1/1/2018) sekitar Pukul 18.00 WIB di Jl Lintas Timur Simpang Pantai Mangkalok Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Bangka.

Keberadaan mayat pertama kali terlihat oleh seorang bocah, Rossi (9), yang kebetulan bermain di sekitar pantai itu bersama orangtuanya, Ropika (37).

"Kejadian ini dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor LP /A- / I /2018/Polda Babel/Res Bka/Sat Lantas," katanya.

Hasil pemeriksaan atau olah TKP polisi di lokasi temuan mayat kata Sophian, didapat beberapa prediksi. Apalagi sejumlah saksi mengaku sempat melihat korban melintas kawasan itu, sebelum akhirnya menjadi mayat.

"Kronologis awalnya diperkirakan korban berjalan kaki dari arah selatan (Pangkalpinang) ke utara (Sungailiat). Dan akhirnya korban ditemukan oleh Rosi (9) dalam keadaan tertelungkup di semak-semak," katanya.

Kabar heboh ini tercium polisi, yang kemudian menurunkan tim ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, dan juga meneliti keadaan korban dalam kondisi penuh luka.

Hasil olah TKP ditemukan beberapa bukti yang kemudian dijadikan petunjuk.

"Petugas Piket SPKT dan Tim Inafis Polres Bangka saat melakukan olah TKP menemukan pecahan yang diduga spion mobil. Setelah diidentifikasi oleh tim Inafis, diduga korban telah meninggal dunia sekitar 19 jam sebelum jasadnya ditemukan," kata Sophian.

Pihak kepolisian yakin, korban merupakan korban tabrak lari setelah melihat bukti yang ada. Namun hingga Selasa (2//2018), sopir mobil atau pelaku, belum diketahui.

Petugas masih menyelidiki beberapa kemungkinan, sebelum menetapkan siapa tersangka penyebab kematian korban.

"Identitas tersangka masih dalam penyelidikan. Diduga tersangka melanggar Pasal 310 Ayat (4) dan Pasal 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan (LLAJ)," jelas Sophian menduga, kasus tersebut modus tabrak depan-belakang.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help