BangkaPos/

2017, Kapolres Sebut Kasus Curanmor di Basel Menurun, 9 Kasus Cabul Terungkap

Sepanjang tahun 2017, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 13 kasus.

2017, Kapolres Sebut Kasus Curanmor di Basel Menurun, 9 Kasus Cabul Terungkap
Bangka Pos/ Riki Pratama
Kapolres Basel AKBP Bambang Kusnarianto beserta jajaranya melakukan Press Release akhir tahun polres Basel, Rabu (3/1/2018) sore di ruang brifing Mapolres Basel. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sepanjang tahun 2017, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor)  di wilayah hukum Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 13 kasus. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2016 yang mencapai 23 kasus.

Sedangkan untuk kasus pencabulan terungkap sembilan kasus.

Kapolres Basel AKBP Bambang Kusnarianto mengungkapkan dari 13 kasus itu, baru tujuh kasus yang terungkap sehingga masih menyisakan enam kasus yang belum terungkap dan masih menjadi tugas dijajarannya.

"Tetapi untuk kasus curanmor anggota kita banyak berkontribusi dengan Polres di Pangkalpinang karena telah banyak membantu menangkap tersangka yang berada di Basel. Sudah banyak yang berhasil kita tangkap oleh sat reskrim Basel sudah kita limpahkan, anggota kita cukup berkontribusi,"kata Kapolres Rabu (3/1/2018)

Ia menambahkan dari kasus curanmor mayoritas tersangka yaitu orang dewasa dan anak. Dengan modus pencurian dengan merusak kontak kendaraan korbanya.

Kasus Cabul

Sementara untuk kasus lain seperti cabul Kapolres Basel mengatakan dalam rentan tahun 2017 pihaknya berhasil mengungkapkan sembilan kasus cabul yang tersangkanya 11 orang usia dewasa dan empat usia anak anak.

"Kasus tersebut, telah terungkap dan dinyatakan selesai. Pelaku di atas 18 tahun sebagian besar dilakukan dengan modus merayu, korbanya sebagian juga banyak anak anak, dari sembilan kasus yang kita tangani kesembilanya telah terungkap,"lanjutnya

Dengan rentanya kasus cabul anak dibawa umur Kapolres mengharapkan, semua kalangan agar bisa menjadikan pembelajaran agar semua orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak anaknya supaya terhindar dari perbuatan asusila.

"Ini menjadi pembelajaran kita bersama, terlebih untuk anak dibawah umur, kita harus bersinergi bersama sama untuk bisa mengurangi keterlibatan anak di bawah umur untuk melakukan semua jenis kejahatan,"ujarnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help