Jadi Terdakwa Direktur PT Stinindo Perkasa Terancam Hukuman 1 Tahun Penjara

Empat orang saksi dihadirkan dalam sidang perdana perkara kasus ilegal mining yang melibatkan PT Stinindo Perkasa

Jadi Terdakwa Direktur PT Stinindo Perkasa Terancam Hukuman 1 Tahun Penjara
Bangka Pos / Ryan Augusta
Terdakwa, M Gunawan selaku Direktur Ops PT Stinindo Inti Perkasa 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sedikitnya empat orang saksi dihadirkan dalam sidang perdana perkara kasus ilegal mining (penambangan ilegal) yang melibatkan pengelola kapal Isap Produksi PT Stinindo Perkasa (SIP), Rabu (3/1/2018)  siang di gedung Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.

Dalam perkara ini sejumlah saksi dihadirkan oleh pihak jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang masing-masing berasal dari intansi Badan Lingkungan Hidup (BLH) satu orang dan saksi dari BLH Provinsi Bangka Belitung tiga orang.

Namun dalam pelaksanaan sidang yang dipimpin oleh Sri Endang Ningsih SH MH saat itu justru hanya bisa meminta keterangan cuma dari tiga orang saksi sedangkan satu orang saksi lagi belum bisa diambil keterangan lantaran  mendadak sakit.

JPU asal Kejari Pangkalpinang, Hendi Arifin SH MH mengatakan dalam perkara ilegal mining yang dilakukan oleh pihak PT SIP selaku pengelola KIP yang beroperasi di kawasan pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang diduga telah melakukan penyimpangan.

"Dalam kegiatan penambangan yang dilakukan oleh KIP PT Stinindo (PT SIP--red) yakni mereka menggunakan teknologi yang berbeda dari dokumen lingkungan hidup. Seharusnya mereka menggunakan kapal isap produksi namun ternyata mereka menggunakan bor mining," kata Hendi di hadapan wartawan usai menghadiri sidang siang itu di PN Pangkalpinang.

Saat disinggung pasal apa yang dijerat oleh pihaknya terkait kasus ilegal mining hingga menyeret direktur operasional (dirop) PT SIP, M Gunawan kini menjadi terdakwa dalam perkara itu.

"Kita kenakan pasal 109 tentang ketentuan pidana ijin lingkungan dengan ancaman pidana kurungan satu tahun penjara,"ucap Hendi.(*)

Penulis: ryan augusta
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help