BangkaPos/

Kapolres Akan Tindaklanjuti Keberadaan Kapal Compreng dan Trawl yang Resahkan Nelayan di Basel

Kapolres Basel berjanji akan menindaklanjuti keluhan nelayan soal keberadaan Kapal Compreng dan Trawl di Peraiaran Basel.

Kapolres Akan Tindaklanjuti Keberadaan Kapal Compreng dan Trawl yang Resahkan Nelayan di Basel
bangkapos.com/Riki Pratama
Kapolres Basel AKBP Bambang Kusnarianto 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kapolres Bangka Selatan AKBP Bambang Kusnarianto akan menindak tegas dan menindaklanjuti soal keluhan nelayan terhadap keberadaan kapal compreng dan trawl di perairan laut Bangka Selatan. 

Menurutnya, seharusnya kapal trawl yang beroperasi tidak terlalu dekat dengan wilayah tangkap nelayan, sehingga tidak mengganggu tangkapan para nelayan tradisonal.

"Untuk keberadaan kapal trawl memang ada pengaduan masyarakat nelayan, menggunakan kapal trawl di perairan Basel tentunya kita akan kita tindak lanjuti,"kata Kapolres di sela press release akhir tahun di Mapolres Basel, pada Rabu (1/1/2018) sore .

Kapolres juga menambahkan, terkait dengan adanya informasi pungutan terjadi terhadap keberadaan kapal trawl juga akan tindak lanjuti siapa yang melakukanya.

"Untuk informasi ada pungutan disitu, siapa melakukanya, akan kami tindak lanjuti. Kita maunya dalam bersama sama mencari ikan saling menjaga tidak mengganggu wilayah tangkap nelayan sehinga nelayan bisa mendapatkan hasil yang maksimal,"lanjutnya

Seperti diberitakan bangkapos.com, sebelumnya, puluhan nelayan Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan berkumpul di kantor Kepala Desa, Rabu (27/12/2017) siang.

Kedatangan mereka menyampaikan keluh kesah mengenai keberadaan kapal compreng dan trawl yang terlalu dekat dengan wilayah pencarian ikan tradisonal, sehingga mempengaruhi hasil tangkap mereka.

Nurdin Toko adat Desa setempat yang juga sebagai nelayan  mengatakan dihadapan Kades serta perwakilan anggota Airud dan Posmat Sadai TNI AL menyampaikan keluhanya tentang keberadaan kapal compreng dan trawl terlalu dekat dengan wilayah tangkap para nelayan tradisonal.

Sehingga mempengaruhi dan mengganggu hasil tangkap nelayan tradisional asal sadai.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help