Kemas Nilai Keberadaan HTI Belum Berikan Kesejahteraan Maksimal Kepada Masyarakat

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman pemindahan HTI dari Sumsel ke Bangka Belitung menimbulkan Gejolak.

Kemas Nilai Keberadaan HTI Belum Berikan Kesejahteraan Maksimal Kepada Masyarakat
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman 

Laporan wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman mengatakan apabila wacana pemindahan Hutan Tanaman Industri (HTI) benar terjadi, maka akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Pasalnya saat ini, keberadaan HTI belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, serta belum memberikan kesejahteraan untuk masyarakat.

Selain itu, areal untuk pertanian juga semakin kecil, bahkan terpaksa memanfaatkan lahan kritis di area reklamasi.

Untuk itu pihaknya mengusahakan bekerjasama dengan PT Timah Tbk terkait dengan pengelolaan area reklamasi.

Namun Pemkab Bangka memiliki teknologi untuk mengatasi lahan-lahan kritis tersebut agar menjadi lahan yang subur.

"Terkait dengan kawasan hutan kalau itu nanti dibenarkan wacana itu pengalihan dari Sumsel ke Bangka Belitung pasti akan menimbulkan gejolak karena apa, sekarang saja untuk peruntukan kawasan hutan produksi yang digunakan untuk izin pemanfaatan hasil hutan kayu, hutan tanaman rakyat, hutan kenasyarakatan, hutan desa sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan karena kelompok-kelompok masyarakat kelihatannya belum peduli dengan kawasan hutan itu sendiri," sesal Kemas.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi yang cukup gencar sejak tahun 2012 dan 2014.

Padahal kementerian kehutanan telah mencanangkan untuk Kabupaten Bangka ada 6.000 hektar lebih untuk digunakan masyarakat dengan pola Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang perizinannya cukup oleh bupati.

Begitu juga di Bangka Barat sekitar 8000 juga belum dimanfaatkan oleh warga khususnya kelompok tani.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help