Potret Pendidikan Babel

Kisah 20 Anak RT 01 Air Mawar Putus Sekolah. Impian Jadi Guru Terancam Kandas

Dia sempat mengenyam pendidikan kelas 5 Sekolah Dasar. Karena tuntutan hidup, seragam sekolah pun ditanggalkan.

Kisah 20 Anak RT 01 Air Mawar Putus Sekolah. Impian Jadi Guru Terancam Kandas
KOMPAS
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - "Mau sekolah," ujar Revina (13) singkat saat berbincang-bincang dengan Bangka Pos pada pekan lalu. Setelah ucapan itu, Tatapan matanya tiba-tiba sayu. Dua kantung matanya semakin menebal, seakan tak sanggup menampung bulir bening di dalamnya.

Revina merupakan satu dari 20 anak putus sekolah di RT 01 RW 01 Kelurahan Air Mawar, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Dia sempat mengenyam pendidikan kelas 5 Sekolah Dasar. Karena tuntutan hidup, seragam sekolah pun ditanggalkan.

"Saya punya adik, dari kecil saya yang rawat. Ibu bekerja di pabrik belacan (terasi). Bapak kerja di kampung. Di rumah saya mengasuh adik," ujarnya.

Gadis berambut agak keriting dengan kulit hitam manis ini mengaku sudah lancar membaca dan menulis. Dia pun sering mengulang-ulang pelajaran dari buku-buku lama di rumahnya. Saat ditanya cita-citanya, seketika Revina bersemangat.

"Mau jadi guru," jawabnya dengan senyum menghiasi bibirnya.

Di kawasan pemukiman sangat sederhana itu, Revina hidup bersama orangtua, sepupu, paman dan bibinya. Tampak dia sesekali menggendong Elsa, adiknya yang berusia 3 tahun. Revina juga dengan sabar menjaga Elsa yang berjalan kesana kemari.

Selain Revina, ada juga Oktaviani. Pada usianya 7 tahun, Via nama panggilan bocah lucu berambut panjang itu belum bersekolah. Apa daya, orangtuanya tak juga mengurus pendaftaran saat tahun ajaran baru tiba. Saat anak-anak seusianya bergembira di kelas, Via hanya di rumah saja.

"Mau," katanya saat ditanya keinginan bersekolah.

Robain ayah Via mengaku ada 4 anaknya yang belum memiliki akte kelahiran, termasuk Via. Buruh harian dengan 9 orang anak ini menyebutkan sudah mendaftar Via ke sekolah tetapi terbentur persyaratan akte kelahiran.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help