BangkaPos/

Kisah Anak Kota Putus Sekolah, Jaga Adik hingga Berjibaku di Tambang Timah, Ini Kata Pak RT

Sementara semangat menyala masih tampak dari wajah Revina (13). Warga di kelurahan yang sama dengan Erwin itu sangat berharap bisa sekolah lagi.

Kisah Anak Kota Putus Sekolah, Jaga Adik hingga Berjibaku di Tambang Timah, Ini Kata Pak RT
Bangka Pos/Alza Munzi
Revina (kanan) saat sedang mengasuh adiknya. 

Selain Revina, ada juga Oktaviani. Pada usianya 7 tahun, Via nama panggilan bocah lucu berambut panjang itu belum bersekolah. Apa daya, orangtuanya tak juga mengurus pendaftaran saat tahun ajaran baru tiba. Saat anak-anak seusianya bergembira di kelas, Via hanya di rumah saja.

"Mau," katanya saat ditanya keinginan bersekolah.

Robain ayah Via mengaku ada 4 anaknya yang belum memiliki akte kelahiran, termasuk Via.

Buruh harian dengan 9 orang anak ini menyebutkan sudah mendaftar Via ke sekolah tetapi terbentur persyaratan akte kelahiran.

Di rumah sangat sederhana itu, Robain hidup bersama istri dan delapan anaknya. Satu anaknya sudah berkeluarga dan kini sudah memiliki bayi yang juga dititipkan di rumah tersebut.

Bisa dibayangkan, di rumah dengan ukuran 3x6 meter itu berkumpul sedikitnya 10 orang dan tidur dalam satu atap.

"Anak saya ada yang belum sama sekali sekolah, ada yang lain sampai SD, ada juga SMK tidak lulus. Sudah dipaksa sekolah tapi mereka tetap tidak mau," ujar Robain.

Fokus cari nafkah

Ema (kanan) saat menjenguk tetangganya, Aminah
Ema (kanan) saat menjenguk tetangganya, Aminah (Bangka Pos/Alza Munzi)

Ema warga Air Mawar mengatakan, orangtua kadang hanya fokus mencari nafkah untuk makan hari itu.

Kesempatan untuk memikirkan kebutuhan hidup yang lain terabaikan.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help