BangkaPos/

Menyibak Fenomena LGBT di Pangkalpinang, Mereka Ada Tetapi Masih Tersamar

Khusus di Pangkalpinang sendiri, ia kerap menemukan pasangan sesama jenis saat weekend di Pantai Pasir Padi dan

Menyibak Fenomena LGBT di Pangkalpinang, Mereka Ada Tetapi Masih Tersamar
net
Ilustrasi 

“Saya mulai berani mendekati perempuan saat masih kuliah dan pertama kali pacaran tetapi masih sembunyi-sembunyi terutama dari keluarga,” ungkap wanita yang minta indentitasnya tidak diungkapkan ini.

Tidak hanya penampilan, narasumber ini juga semakin kukuh merubah dirinya menjadi seorang laki-laki dengan melakukan terapi hormon sejak September 2015.

Secara fisik perubahan terjadi, seperti perubahan suara lebih berat, dada mengecil, tumbuh sejumlah rambut di area tertentu, dan lain sebagainya. Selain itu, penyuntikan tersebut juga membuat dirinya lebih tempramental.

“Terapi hormon belum ada di Bangka Belitung, saya mendapatkannya melalui pemesan dari luar daerah,” katanya.

“Ada masa dimana saya semakin bertekad merubah diri menjadi laki-laki dan memutuskan buat mengungkapkan kepada keluarga. Bagi orang tua, saya merupakan anak penurut dan selalu membanggakan mereka. Hanya saja, keputusan merubah kodrat tentu membuat mereka terluka sehingga saya memilih pergi dengan meninggalkan surat karena prilaku ini tentu membuat malu mereka,” jelasnya.

Menurut pernyataannya, setelah kedua orang tua membaca surat tersebut dan mengetahui seluruh perasaannya, ia telah berada diluar kota.

Ia juga telah merencanakan sebuah kehidupan baru, seperti mencari pekerjaan, tempat tinggal, bahkan melanjutkan pendidikan.

Kenyataan berkata lain, rupanya kasih sayang kedua orang tua lebih besar dibandingkan rasa malu.

“Tentu orang tua kaget bahkan Ibu menangis histeris saat menelpon karena selama ini mereka menilai saya adalah anak yang baik dan penurut. Mendengar tangisan Ibu, akhirnya saya memberanikan diri menemui mereka. Mereka tidak membenarkan perbuatan saya dan berupaya keras menyembuhkan dengan mengajak ke psikiater dan lain sebagainya,” katanya.

Perihal komunitas LGBT di Bangka Belitung, menurutnya sepertinya belum ada sebab ia mengaku tidak bergelut dilingkungan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help