BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Pegawai Kemenag Jangan Lagi Bekerja dengan Kacamata Kuda

Dengarlah aspirasi dari berbagai arah agar kita dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik. Kemudian marilah

Pegawai Kemenag Jangan Lagi Bekerja dengan Kacamata Kuda
Bangkapos/Edwardi
Penyerahan tanda jasa berupa Satya Lencana Karya Satya dari Presiden kepada pegawai Kemenag yang telah mengabdi selama, 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun dilakukan plt Sekda Bangka Akhmad Mukhsin. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Menteri Agama RI RI Lukman Hakim Saifuddin meminta para pegawai  tidak boleh lagi bekerja dengan kacamata kuda yang minim kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

 “Dengarlah aspirasi dari berbagai arah agar kita dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik. Kemudian marilah kita latih kepekaan agar lebih memahami persoalan riil di masyarakat sehingga dapat menentukan prioritas kerja. Dalam bahasa agama, langkah ini dkenal dengan istilah taqdimul aham min al-muhim, dahulukan yang penting dari pada yang penting,” kata Akhmad Mukhsin, plt Sekda Bangka yang membacakan sambutan Menteri Agama dalam upacara bendera memperingati Hari Amal Bakti Kemenag ke 72, Rabu (3/1/2018).

 Diharapkannya semua pegawai bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat.

 “Oleh karena itu, fokus perhatian kita jangan hanya sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan,” tukasnya.

 Disisi lain, aparatur Kemenag juga harus giat berinovasi agar lembaga Kemenag terasa kekinian jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang.

Diharapkannya, tahun ini  semua layanan dipusat dan daerah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP ) sebagai implementasi dari E-Governmen.

 Di usianya yang ke 72, Kementerian Agama sudah menoreh prestasi diantaranya di bidang tata kelola , mendapatkan opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi dibidang pelayanan haji, indeks kepuasan jemaah haji terus meningkat, indeks kerukunan beragama berada daam angka positif.

 Begitu pula dengan pelayanan nikah di KAU. juga kenaikan pada standart mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi.

 Selain itu, Kemenag dinilai penyumbang PNBP terbesar, melapor LHKPN terbanyak serta beberapa penghargaan lainnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).(*)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help