Pertambangan Urat Nadi Ekonomi Bangka Belitung

Sebagai korporasi bisnis timah terbesar di Babel, posisi PT Timah Tbk tidak bisa dipisahkan sejarah dan realitas pertimahan.

Pertambangan Urat Nadi Ekonomi Bangka Belitung
Istimewa
Ilustrasi 

BANGKA POS - Sebagai korporasi bisnis timah terbesar di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Propinsi Kepulauan Riau, bahkan NKRI, posisi PT Timah Tbk tidak bisa dipisahkan sejarah dan realitas pertimahan.

Peran Badan Usaha Milik Negara ini, khususnya dalam aspek ekonomi, masih menjadi urat nadi sekaligus berperan penting dalam menentukan arah pembangunan di Propinsi ini.

Wacana mensterilkan kawasan nol hinggal 2 mil laut dari aktivitas penambangan sebagaimana yang disampaikan dalam Konsultasi Publik Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K), Jumat, 29 Desember 2017 lalu, mengundang keprihatinan berbagai pihak.

Tidak hanya bagi masyarakat penambang, dampak dari diberlakukannya perda Zonasi yang merupakan implementasi UU 27/2017 dan Permen 23/2016 Kementerian Perikanan dan Kelautan tersebut akan membuat Bangka Belitung terancam labil secara ekonomi mengingat penambangan masih menjadi urat nadi perekonomian di negeri Serumpun Sebalai.

Data, Fakta dan Angka tentang PT Timah Tbk

1. Kontribusinya kepada NEGARA dan Propinsi BANGKA BELITUNG:

2. Kontribusi Penerimaan Negara Pajak dan bukan pajak (PNBP) 5 tahun terakhir sebesar Rp4,4 T atau Rp880 M/tahun.

3. Program CSR dan PKBL dalam 5 tahun terakhir kepada provinsi Bangka Belitung sebesar Rp196 M atau rata-rata Rp40 M/tahun.

4. Kontribusi Iuran Tetap IUP PT Timah Tbk sebesar Rp44 M atau Rp8,8 M/tahun.

5. Kontribusi tersebut di atas sebesar 70%-nya berasal dari hasil operasional Perusahaan di Prov. Bangka Belitung.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help