Lebih Seram dari Toraja, di Daerah Ini, Banyak Warga Tewas Usai Menari-nari dengan Mayat

Warga Malagasi, Madagaskar, telah menebar kematian dalam hidup mereka.Famadihana adalah ritual menari bersama mayat

Lebih Seram dari Toraja, di Daerah Ini, Banyak Warga Tewas Usai Menari-nari dengan Mayat
Famadihana adalah ritual menari bersama mayat sebagai bentuk reuni keluarga | Metro.co.uk 

BANGKAPOS.COM- Warga Malagasi, Madagaskar, telah menebar kematian dalam hidup mereka.

Famadihana adalah ritual menari bersama mayat sebagai bentuk reuni keluarga.

Mereka percaya bahwa roh nenek moyang akan tetap tinggal disekitar selama mayat belum hilang karena pembusukan sepenuhnya.

Hal ini menjadi masalah ketika ritual suci itu justru menyebarkan wabah epidemi pes yang disebarkan oleh bakteri dalam 'mayat yang menari' itu.

Dilansir pada Ancient Origins, Willy Randriamarotia, kepala staf di kementerian kesehatan Madagaskar mengatakan bahwa wabah ditularkan oleh bakteri Yersinia Pestis dalam mayat.

Famadihana sendiri dilakukan setiap 7 tahun sekali, kerabat yang masih hidup akan menggali kuburan, mengambil tulang belulangnya dan membungkusnya dalam kain terikat.

Baca: Kisah Jendral Nazi yang Membunuh 1.200 Warga Sipil dan Membakar 1000 rumah

Dalam ritual itu sorak sorai teriakan menggema ke udara, seluruh kerabat keluarga juga diwajibkan hadir.

Biasanya anggota keluarga yang datang akan membawa serta abanyak makanan berupa permen, daging, sup dll.

Mereka meyakini bahwa nenek moyang, seperti semua orang, menyukai pesta meriah, terutama yang diadakan untuk menghormatinya.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved