Lyudmila Pavlichenko, si Cantik Pencabut Nyawa yang Tewaskan 309 Tentara Jerman

Dalam duel-duel, Lyudmila tak jarang harus berdiam diri selama beberapa jam hingga beberapa hari untuk mencari kelengahan

Lyudmila Pavlichenko, si Cantik Pencabut Nyawa yang Tewaskan 309 Tentara Jerman
pinterest
Lyudmila Pavlichenko 

BANGKAPOS.COM--Pada 1957, dua orang perempuan duduk berdampingandengan posisi tegak dan formal karena di antara mereka hadir sosok pria yang tak diinginkan.

Muak dengan kondisi itu, perempuan yang lebih muda lalu membawa perempuan yang lebih tua ke dalam sebuah kamar, menguncinya dari dalam meski pria tersebut berteriak-teriak memprotes.

Perempuan yang lebih tua itu adalah Eleanor, istri mantan Presiden AS Franklin D Roosevelt. Sedangkan yang perempuan yang lebih muda adalah Lyudmila Mykhailivna Pavlichenko.

Lyudmila Pavlichenko
Lyudmila Pavlichenko (pinterest)

Siapakan dia? Lyudmila Pavlichenko lahir pada 12 Juli 1916 di Bila Tserkva, Ukraina, yang saat itu merupakan bagian dari sebuah negara besar bernama Uni Soviet.

Saat berusia 14 tahun, Lyudmila dan keluarganya pindah ke Kiev di mana kemudian dia bergabung dengan Komunitas Relawan untuk Kerja Sama dengan AD, AU dan AL (DOSAAF).

Lyudmila dikenal sebagai sosok siswi yang cemerlang di sekolah. Namun, dia memiliki bakat lain yaitu menembak dan Lyudmila memiliki kemampuan menembak jitu yang amat baik.

Sejak di bangku sekolah, Lyudmila adalah sosok gadis tomboi yang amat kompetitif. Dia gemar bertanding dengan anak laki-laki dalam berbagai jenis olahraga.

Pada 1937, Lyudmila menyelesaikan gelar sarjana sejarah dan mengejar gelar doktor pada 1941 bersamaan dengan saat Jerman menginvasi Uni Soviet.

Saat Jerman memasuki kota Odessa, Lyudmila termasuk para relawan pertama yang mendaftar masuk ke batalion infantri.

Dia awalnya ditawari untuk menjadi perawat, tetapi karena memiliki medali menembak dalam berbagai lomba yang diikuti beberapa tahun sebelumnya, Lyudmila akhirnya bergabung dalam kesatuan yang terdiri atas 2.000 sniper perempuan di AD Uni Soviet.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved