Advetorial

Edison Taher: Angka Putus Sekolah di Kelurahan Air Mawar Bukan Data Real

Saat ini angka ketuntasan belajar di Pangkalpinang di semua tingkat pendidikan yakni wajib belajar 9 hingga 12 tahun sangat tinggi

Edison Taher: Angka Putus Sekolah di Kelurahan Air Mawar Bukan Data Real
Ist
Edison Taher 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Menyeruaknya kabar yang menyebutkan banyaknya anak putus sekolah di Kelurahan Air Mawar, Pangkalpinang turut disayangkan Kepala Dinas Pendidikan, Edison Taher. Namun demikian, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan data real terkait angka putus sekolah di daerah tersebut. "Waktu rapat, sebetulnya data yang disampaikan belum data real," ujar Edison, Kamis (4/1/2018) dalam rilis yang diterima bangkapos.com.

Dirinya mengungkapkan bahwa, data yang diterima saat timnya turun sebanyak 229 anak putus sekolah dari pihak Kelurahan maupun Kecamatan di daerah tersebut bukan data real.

"Pemberitaan yang 229 anak yang dilaporkan itu tidak semuanya ada orangnya. Jadi bukan data real, karena kita minta mana orang-orangnya. Kita minta data real dan datangkan orangnya," terangnya.

Lebih jauh, jika memang ternyata terdapat angka putus sekolah yang tinggi, ia juga turut mempertanyakan penyebabnya. Karena, kata Edison saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) khususnya Dinas Pendidikan sangat fokus terhadap perkembangan pendidikan di Pangkalpinang. Salah satu bentuk keseriusan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Pangkalpinang, dengan adanya sekolah gratis.

"Di Pangkalpinang ini kita sudah siapkan dana, jadi tidak ada alasan bagi masyarakat Pangkalpinang anaknya tidak sekolah karena alasan ekonomi. Karena mereka sudah ditanggung oleh APBD dan juga dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), jadi dibebaskan biaya dan ditambah beasiswa dan KIP," tegasnya.

Ia juga kerap menyayangkan masih banyaknya peran orang tua yang kurang maksimal dalam menyekolahkan anaknya dengan alasan biaya.

"Kami selalu mendata siapa pun masyarakat yang tidak mampu untuk direkomendasi ke sekolah yang dibiayai BOS dan APBD. Terkadang masih banyak anak tidak sekolah karena diajak orang tua bekerja, atau juga kadang setelah kami cek ada diantaranya mereka tidak memiliki data faktual identitasnya. Kalau mereka mau sekolah harus ada akta lahir. Jadi tugas orang tua sangat diperlukan untuk meyakinkan anaknya bersekolah," bebernya.

Ia juga mengungkapkan jika saat ini angka ketuntasan belajar di Pangkalpinang di semua tingkat pendidikan yakni wajib belajar 9 hingga 12 tahun sangat tinggi bahkan melewati level minimal dinyatakan tuntas belajar yakni sebesar 95 persen.

"Jadi kita ada rumusnya untuk menghitung angka ketuntasan belajar. Misalnya untuk level SMP, kita hitung jumlah siswa sekolah dibagikan dengan total usia SMP antara 13-15 tahun lalu dikalikan seratus persen" ungkapnya.

Untuk itu, dari data tersebut, angka ketuntasan belajar atau yang disebut Angkat Partisipasi Kasar (APK) di Pangkalpinang justru melebihi target maksimal seperti di SD 124 persen, Smp 118, SMA/SMK 113 persen.

"Angka persentase yang masih dibawah itu tadi artinya belum tuntas. Sementara kita sudah melebihi itu, makanya kita dapat penghargaan di tingkat nasional," tutupnya. (ADVERTORIAL)

Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help