Prof Hadiyanto Minta UBB Segera Luncurkan Website Seminar Internasional

Guru Besar Universitas Diponegoro Prof Dr Ir Hadiyanto menyatakan akan membantu UBB dalam menggelar seminar internasional.

Prof Hadiyanto Minta UBB Segera Luncurkan Website Seminar Internasional
ist
Prof Dr Ir Hadiyanto didampingi Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf Msi (tengah) dan Warek II UBB Prof Dr Agus Hartoko MSc (kiri) memaparkan sejumlah prosedur dan tahapan yang harus disiapkan UBB untuk menyelenggarakan seminar internasional bulan Oktober 2018. 

Sebagaimana telah diberitakan, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dalam rapat pertama seminar internasional itu, mengemukakan paling tidak helat besar ilmiah ini akan diikuti para peneliti atau akademisi dari Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia dan Jepang.

Sementara itu Warek II UBB Agus Hartoko mengatakan pihak National University of Singapore (NUS) telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung seminar internasional yang akan digelar UBB Oktober 2018 ini.

“Kepastian itu saya peroleh ketika diundang khusus menghadiri konferensi di NUS belum lama ini,” tukas Agus Hartoko.(*)

Menurut Agus, UBB sengaja memilih topik kepulauan, selain masih tergolong baru -- dari sekian banyak topik seminar internasional yang telah digelar -- , topik ini sekaligus menjadi ‘branding’ (pemerekan) UBB, yang diharapkan mampu melambungkan nama UBB di pentas penelitian ilmiah internasional.

“Seluruh peneliti dari berbagai bidang ilmu bisa ikut sebagai pemakalah, baik dari bidang eksakta maupun sosial-budaya. Kita juga akan mengundang peneliti pada bidang ilmu yang kini lagi ‘trend’ seperti ‘tourism’ (pariwisata), ” tukas Agus Hartoko.

Prof Dr Hadiyanto menegaskan, Bangka Belitung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia merupakan tempat yang sesuai untuk menggelar seminar yang berskala internasional.

“Seminar internasional itu biasanya digelar di destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Biasanya ‘kan digelar di Bali. Tapi Bangka Belitung punya syarat itu, dan kini telah menjadi modal berharga sebagai tuan ruman seminar internasional. Usai seminar biasanya dilanjutkan dengan acara kunjungan ke destinasi wisata!,” ujar Hadiyanto.

Menurut Hadiyanto -- ia bersama Prof Dr Andri Cahyo Kumoro Nopember 2017 diangkat sebagai salah satu guru besar Undip -- karya ilmiah yang lolos dan kemudian dibentangkan di seminar internasional harus dipublikasikan ke media terindeks Scopus (lembaga pengindeks); baik dalam bentuk conference peper, proseding (proceeding) maupun jurnal ilmiah.

“Selain sebagai angka untuk meningkatkan institusi perguruan tinggi, bagi dosen yang karyanya diterbitkan pada jurnal internasional yang terindeks Scopus dan ada impact factor-nya akan memeroleh angka kredit 40. Bila tak ada impact factornya dapat angka kredit 30,” ujar Hadiyanto.

Makalah atau karya ilmiah yang dipublikasikan pada media yang terindeks Scopus sangat diperlukan bagi dosen untuk melengkapi syarat kepangkatan atau jejang akademis.

Halaman
123
Penulis: Herru W
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved