BangkaPos/

Bertempur Bersama Dua Anaknya Kesayangannya, Panglima AL Jerman Ini Justru Tenggelam Bersama-sama

Inggris memang sengaja mengirim dua kapal perang selain untuk menjaga Falkland juga untuk membalas dendam terhadap AL Jerman

Bertempur Bersama Dua Anaknya Kesayangannya, Panglima AL Jerman Ini Justru Tenggelam Bersama-sama
YOUTUBE
Admiral Von Spee 

BANGKAPOS.COM--Admiral Graf Maximillian von Spee yang lahir di Copenhagen, Denmark pada 1861 ini merupakan tokoh pelaut Jerman yang cukup populer di masa Perang Dunia I. 

Von Spee mulai bergabung dengan Imperial German Navy sejak 1878 dan menjabat komandan pangkalan AL Jerman di kawasan Kamerun, Afrika. 

Sebelum PD I meletus Von Spee menduduki jabatan penting dan pangkatnya pun makin tinggi.  Yakni  Kepala Staf North Sea Command (1908), Rear Admiral (1910) dan Vice Admiral (1912). 

Jabatan yang diembannya ketika mendapatkan dua pangkat itu antara lain komandan East Asia Squadron berpangkalan di jajahan Jerman, Tsingtao, Cina. 

Ketika PD I berkobar, tugas utama Von Spee adalah menghancurkan kapal dagang dan pengangkut pasukan Sekutu. 

Karena kekuatan musuh yang harus dihadapi lebih besar, khususnya Imperial Japanese Navy dan Royal Australian Navy, Von Spee memilih menggeser kekuatan lautnya ke Afrika Selatan. 

Taktik Von Spee terbukti sukses.  Dalam pertempuran laut yang cukup terkenal, Battle of Coronel di lepas pantai Chile (1914), armada laut Von Spee berhasul menghancurkan dua kapal perang Inggris, HMS Good Hope dan HMS Monmouth.

Setelah mendapat kemenangan fenomenal, Von Spee makin bernafsu menggempur armada laut Inggris yang jumlahnya lebih besar lagi dan berpangkalan di kepulauan Falkland. 

undefined
Von Spee dan dua anaknya.

Kekuatan Inggris yang tampaknya diremehkan Von Spee sesungguhnya lebih kuat dibandingkan kekuatan armada Von Spee sendiri. 

Ketika berperang melawan kapal-kapal perang Inggris, Von Spee malah membawa kedua anaknya yang masih muda dan juga pelaut agar bisa melihat langsung kapal perang Jerman ketika bertempur di lautan.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help