Yayasan Gubuk Sejuta Motivasi Bangun Usaha Memajukan Komunitas Tanpa Minta-minta

Gubuk Sejuta Motivasi itu berada tidak jauh dari Kantor KUA Desa Baturusa.Didirikan sejak 2015, komunitas tersebut berkembang menjadi yayasan

Yayasan Gubuk Sejuta Motivasi Bangun Usaha Memajukan Komunitas Tanpa Minta-minta
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Pendiri gubuk motivasi, zamzani (baju putih) bersama pengelolah gubuk seni, Joni di gubuk motivasi, desa baturusa 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Gubuk Sejuta Motivasi itu berada tidak jauh dari Kantor KUA Desa Baturusa. Sekitar 10 meter tergantung papan nama bertuliskan Gubuk Seni di depan ruangan.

Didirikan sejak 2015, kini komunitas tersebut berkembang menjadi yayasan yang berprinsip kerja mandiri dan bangun bersama.

Pendiri Gubuk Sejuta Motivasi, Zamzani bersama enam rekannya kini menjalankan Yayasan Gubuk Sejuta Motivasi.

“Perhatian pemerintah sangat besar tetapi kami tidak mau memanfaatkan kedekatan ini untuk hal-hal negatif. Satu-satunya cara supaya komunitas tidak bermodalkan proposal, dibentuk sejumlah usaha yang penghasilannya diguna menjalankan program kerja. Sesuai tujuan yaitu membuat orang-orang mendapatkan motivasi berwirausaha,” jelas Zamzani

Zamzani mengatakan kehadiran Gubuk memantik motivasi hidup pengunjung tanpa meminta-minta, artinya mereka tidak memanfaatkan perhatian pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Menurutnya pengembangan usaha dalam Yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap negara dalam mengurangi angka pengangguran.

Diceritakan Zamzani munculnya  Gubuk Sejuta Motivasi bermula dari usaha awal membuka Gubuk Printing yaitu menyiapkan alat tulis dan segala perlengkapan sekolah. Hasilnya, dimanfaatkan membeli buku dan biaya operasional program Gubuk Sejuta Motivasi.

Selain Gubuk Printing, adapula Gubuk Cell yakni usaha penjualan pulsa, token listrik, handphone, dan lain. Selanjutnya, Gubuk Ilmu yang mempunyai perpustakaan dan program pendidikan gratis kepada anak yatim piatu.

Kini terdapat 27 anak yatim piatu dan kurang mampu dibina, terutama penguasaan bahasa inggris dan komputer. Sebab, Zam tidak ingin masa depan mereka terbangkalai dan harus mempunyai motivasi kuat.

Halaman
12
Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved