Diawali Shalat Dhuha, Molen-Sopian Jadi yang Pertama Daftar di KPU

Sebelum berangkat ke KPU Pangkalpinang, pasangan Molen-Sopian menggelar doa dan sholat Dhuha bersama-sama tokoh masyarakat

Diawali Shalat Dhuha, Molen-Sopian Jadi yang Pertama Daftar di KPU
bangkapos/idandimeikajovanka
Paslon Molen - Sopian saat mendaftar di KPU 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Suasana hiruk pikuk di kantor KPU kota Pangkalpinang, Senin 8/1/2018) mendadak hening saat Bowo, penyandang disabilitas siswa Ujung Jari Mesjid Kayu Tua Tunu membacakan ayat-ayat suci Al Quran.

Suara merdu Bowo membacakan kalam illahi jelas membuat nuansa berbeda di kantor KPU Pangkalpinang.

Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran ini sendiri mengawali prosesi pendaftaran pasangan bakal calon walikota Pangkalpinang Molen-Sopian di Kpu Pangkalpinang.

Molen-Sopian saat datang ke KPU Pangkalpinang, Senin (8/1/2018).
Molen-Sopian saat datang ke KPU Pangkalpinang, Senin (8/1/2018). (Bangka Pos / Hendra )

Sebelum berangkat ke KPU Pangkalpinang, pasangan Molen-Sopian menggelar doa dan sholat Dhuha bersama-sama tokoh masyarakat, para ketua partai pengusung di salah satu mesjid tertua di Pulau Bangka yaitu Mesjid Al Mukarom Tua Tunu.

Lalu bersama-sama ratusan simpatisan, relawan dan jajaran pengurus partai pengusung, menggunakan mobil Bak terbuka pasangan Molen-Sopian berangkat menuju KPU Pangkalpinang.

"Kami Molen-Sopian pertama-tama mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan yang diberikan, mohon maaf agak telat karena sepanjang perjalanan banyak masyarakat meminta waktu. Diawali senyuman, kami bawa persyaratan untuk mendaftar. Insya allah kalau diridhoi Allah SWT kami ini jadi walikota 2018-2023. Kalau ada kekurangan kami siap memenuhi," ungkap bakal calon walikota Pangkalpinang Maulan Akli.

Molen mengatakan Timnya sudah siap membawa berkas pendaftaran dan syarat pencalonan di KPU untuk mendaftarkan diri menjadi Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang tahun 2018.

Ia memastikan tidak akan melakukan hal negatif saat sosialisasi sehingga tidak perlu khawatir masalah radikal, keributan, dan lain sebagainya karena sesuai jargon berpolitik dengan santun dan senyuman.

"Selain itu, kami berangkat dari mesjid tertua di tua tunu, Insya allah terlindungi," ujar Molen

Halaman
12
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help