2018 Bantuan Raskin Berubah, Mekanisme Raskin Diambil Lewat Kartu Elektronik

Diketahui dari tujuh kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang yang pertama

2018 Bantuan Raskin Berubah, Mekanisme Raskin Diambil Lewat Kartu Elektronik
Bangkapos/Ardhina Trisila Sakti
Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Pangkalpinang Fitriansyah 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Dinas Sosial mulai per Januari tahun ini akan menjalankan kebijakan pemerintah pusat berupa bantuan pangan non tunai.

Bantuan ini merupakan konversi beras miskin (raskin) yang diganti dengan bantuan pangan non tunai.

Diketahui dari tujuh kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang yang pertama menerapkan konversi raskin menjadi bantuan pangan non tunai.

Bila tahun lalu Dinas Sosial menyalurkan 15 kilogram untuk 5.682 kepala keluarga maka tahun ini bantuan raskin diubah menjadi bantuan non tunai senilai Rp.110.000 untuk membeli beras dan telur di E-warung yang berada di tiap kecamatan. 

Masyarakat penerima bantuan ini akan menggunakan kartu elektronik dari BNI sebagai entitas untuk melakukan transaksi di E-warung.

Berdasarkan data yang diungkapkan Fitriadi, di tiap kecamatan Kota Pangkalpinang masing-masing terdapat satu E-warung. 

Berikut lokasinya:

1. Di kecamatan Gabek, E-warung berada di kelurahan Gabek II, 
2. Di Kecamatan Pangkalbalam berada di kelurahan Rejosari, 
3. Kecamatan Gerunggang berada di Kelurahan Bukit Merapin
4. Kecamatan Rangkui berada di Kelurahan Asam
5. Kecamatan Girimaya berada di Kelurahan Sriwijaya, 
6. Kecamatan Taman Sari berada di kelurahan Opas Indah 
7.Kecamatan Bukit Intan terdapat dua E-warung berada di Kelurahan Semabung Baru dan Kelurahan Bukit Intan. 

Kelak masing-masing E-warung akan melayani rata-rata 500-800 kepala keluarga. Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Pangkalpinang Fitriansyah mengaku belum melakukan edukasi formal kepada penerima bantuan pangan non tunai.

Adapun sosialisasi baru dilakukan kepada tenaga kerja sosial di tiap kecamatan secara door to doot (pintu k pintu) dan kepada sepuluh orang pengurus E-warung di tiap kecamatan.

"Edukasinya akan kami lakukan dengan Kementrian sosial, mulai minggu depan kami akan berkeliling ke seluruh kecamatan untuk sosialisasi baik berkenaan dengan mekanisme penyaluran maupun terhadap penerima data," jelasnya.

Saat ini Dinas Sosial Pangkalpinang tengah mengenjot pemuktahiran data.

Pasalnya bagi keluarga yang dinilai mapan dapat melepas bantuan ini begitupula sebaliknya apabila ada kepala keluarga tak mampu maka akan segera didata untuk menerima bantuan pangan non tunai.

Data penerima beras raskin terdahulu sebanyak 5.682 penerima manfaat dimungkinkan dapat berkurang atau bertambah.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved