Home »

Video

Ini Penampakan E-Warung Tempat Belanja Bantuan Pangan Non Tunai

Tahun ini Kota Pangkalpinang menjadi yang pertama di Bangka Belitung yang menerapkan konversi beras miskin

Ini Penampakan E-Warung Tempat Belanja Bantuan Pangan Non Tunai
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
e-warung di kecamatan Gabek 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Tahun ini Kota Pangkalpinang menjadi yang pertama di Bangka Belitung yang menerapkan konversi beras miskin (raskin) dengan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Bantuan non tunai senilai Rp.110.000 per bulan dapat ditransaksikan dengan dua barang sembako seperti beras dan telur di elektronik warung (e-warung) yang berada di tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang.

Bangka Pos mendatangi salah satu e-warung di Kecamatan Gabek yang tepat berlokasi di Jalan R.Hundani Gabek II. RT 4 RW 2 (samping kantor Camat Gabek). Rumah milik Rosdiani (42) yang menjabat sebagai ketua e-warung ini direhab menjadi toko berukuran 4,5m x 4,5 m dari dana bantuan Kementrian Sosial.

E-warung di Kecamatan Gabek mulai beroperasi September 2017 lalu. Beranggotakan sepuluh pengurus yang berasal dari program keluarga harapan (PKH).

Rosdiani mengaku, pihaknya mendapat bantuan total senilai Rp30 juta dari Kementrian Sosial. Bantuan ini digunakan untuk rehab e-warung, modal membeli barang sembako dan fasilitas toko seperti alat penyimpan vakum sealer (untuk menyimpan daging), timbangan digital dan freezer.

Meski kebutuhan barang dagangan sudah hampir lengkap namun Rosdiani mengaku belum mengetahui mekanisme belanja melalui sistem kartu tersebut.

"Gak tau kapan ada sosalisasinya, alatnya juga belum ada. Kalau sudah jalan (bantuan pangan non tunai) nanti ada dua orang yang nunggu toko, hari minggu libur," ujar ketua e-warung kecamatan Gabek, Rosdiani saat ditemui Bangka Pos.

e-warung ini akan melayani 1.000 kepala keluarga dari enam kelurahan di kecamatan Gabek. Kelak peneriman bantuan BPNT dapat membeli dua macam beras yang tersedia di e-warung seperti beras premium dan medium yang dikemas dua macam seberat 5 kilogram dan 10 kilogram.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Nurmala membenarkan program konversi raskin yang beralih kepada bantuan pangan non tunai sepenuhnya berasal dari dana Kementrian Sosial.

Berdasarkan data, sebenarnya fakir miskin di Kota Pangkalpinang sebanyak 8.842 orang. Namun setelah diseleksi berdasarkan indikator kriteria miskin dari Badan Pusat Statistik (BPS) maka penerima BPNT dikerucutkan sebanyak 5.682 kepala keluarga.

"Kartu kombo senilai Rp110 ribu itu hanya bisa dibelanjakan di e-warung dan tidak dapat diuangkan," ujar Nurmala.

Saksikan Videonya:

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help