BangkaPos/

Babel Masih Kekurangan Guru Mengaji

Kakanwil Kemenag Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengatakan di Bangka Belitung masih kekurangan guru ngaji

Babel Masih Kekurangan Guru Mengaji
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Sosialisasi hasil rakernas MUI dan LPPOM MUI kepada pengurus 7 kabupaten dan kota 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kakanwil Kemenag Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengatakan di Bangka Belitung masih kekurangan guru ngaji. Dirinya memperkirakan dari 3000 guru ngaji yang dibutuhkan baru ada 1000 guru yang tersedia.

“Berbicara mengenai data, saya perkirakan ada 1000 dari 3000 jumlah yang dibutuhkan dan bisa dikategorikan sedikit. Data tersebut didapat dari sekolah-sekolah. Tetapi sedang proses validasi kebenarannya dan barulah nanti dilaporkan ke Tim. Sebab data yang ada saat ini dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Ridwan saat menjadi narasumber di kegiataan sosialisasi rakernas MUI, Kamis (11/1/2018)

Ia mengatakan Kemenag Babel telah mencari solusi langkah-langkah untuk menjalankan programnya dalam meningkatkan jumlah dan kesejahteraan guru mengaji.

Contohnya, jika diberlakukan tarif belajar mengaji di sekolah kepada seluruh murid saling gotong royong memberikan apresiasi kepada Sang Guru maka dapat  mengangkat derajat hidup guru mengaji di segala penjuru Babel.

Ridwan memohon para ulama, kiai, dan sejumlah tokoh masyarakat untuk bersinergi menyakinkan warga Babel dan mensosialisasikan tujuan memberikan apresiasi kepada Guru mengaji tersebut.

Jangan sampai justru niat baik tersebut, dinilai buruk dan memberatkan rakyat Babel karena kurangnya pengarahan.

sehingga, terus mendorong para pemuka agama turut serta memperbaiki permasalahan tersebut.

Ridwan menyampaikan lagi secara singkat saran dari seorang peserta, perihal sebuah madrasah terutama di Bangka Tengah jumlah guru mengajinya dikategorikan menurun.

Hal ini perlu dilakukan aturan bagi siswa melanjutkan jenjang pendidikan seperti SMP ke SMA diwajibkan mempunyai sertifikat mampu membaca Al-Quran atau mengaji. Lalu, anak-anak yang tidak bisa melanjutkannya bisa diarahkan ke madrasah.

Ia mempertimbangkan hal tersebut mampu meningkatkan dan membuat semua orang bergerak mencari guru ngaji. Sehingga minat terhadap profesi sebagai Guru Mengaji bisa bertambah dan tidak berkurang lagi. Serta, memantik kesadaran siswa dan siswi pentingnya mengaji.

“Sudah saya catat, Insyaallah nanti dimasukan ke program dan diintruksikan menerima siswa harus bisa membaca Al-Quran. Perihal pemberlakuan sertifikat mengaji akan dipelajari terlebih dahulu yang terpenting konteknya mampu mendorong mereka bisa membaca Al-Quran,” kata Ridwan.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help