BangkaPos/
Home »

Techno

» News

iPhone Meledak di Toko Apple, 7 Orang Terluka, Diduga Ini Penyebabnya

Suara ledakan terdengar dari sebuah Apple Store yang terletak di kota Zurich, Swiss, Selasa (9/1/2018)

iPhone Meledak di Toko Apple, 7 Orang Terluka, Diduga Ini Penyebabnya
(Wicaksono Surya Hidayat/ KOMPAS.com)
Area utama tempat memajang aneka produk Apple 

BANGKAPOS.COM--Suara ledakan terdengar dari sebuah Apple Store yang terletak di kota Zurich, Swiss, Selasa (9/1/2018) waktu setempat. Setelah ditelusuri, ledakan tersebut berasal dari sebuah perangkat iPhone yang berada di toko tersebut.

Awalnya, seorang pegawai yang bertugas mereparasi perangkat berusaha untuk melepaskan baterai iPhone yang tidak disebutkan serinya. Tanpa diduga, baterai yang tengah berada di tangannya tiba-tiba meledak.

Alhasil, pegawai reparasi tersebut segera dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya.

Selain pegawai reparasi, ledakan iPhone juga melukai tujuh orang lainnya. Luka yang dialami tergolong ringan sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sementara 50 pelanggan dan staf yang berada di toko tersebut langsung dievakuasi.

Sesaat setelah ledakan, pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera menutupi baterai iPhone yang meledak dengan pasir. Hal itu bertujuan untuk mengurangi asap yang ditimbulkan oleh ledakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KompasTekno dari Digit, Rabu (10/1/2018), saat ini petugas forensik kota Zurich tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab ledakan.

Dugaan sementara, ledakan ponsel disebabkan kondisi baterai yang terpasang pada perangkat mengalami overheat. Menanggapi insiden tersebut, Apple belum bisa dimintai keterangan hingga berita ini ditayangkan.

Ledakan iPhone

Selang sehari setelah laporan ledakan perangkatiPhone 6s Plus di Zurich, Swiss, kejadian yang sama terulang kembali.

Kali ini perangkat iPhone dilaporkan meledak dan terbakar di salah satu Apple Store di Valencia, Spanyol pada Rabu (10/1/2018).

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help