Spesies Baru Burung Asal NTT Dinamakan Seperti Ibu Negara ' Iriana Widodo'

Tim peneliti Pusat Penelitian Biologi - LIPI yang dipimpin Dewi M Prawiradilaga mengadopsi nama Ibu Negara Iriana Widodo dijadikan nama burung.

Spesies Baru Burung Asal NTT Dinamakan Seperti Ibu Negara ' Iriana Widodo'
Myzomela irianawidodoae sp.nov.(Agus Priyono) 

BANGKAPOS.COM,MANADO - Tim peneliti Pusat Penelitian Biologi - LIPI yang dipimpin Dewi M Prawiradilaga mengadopsi nama Ibu Negara Iriana Widodo untuk menamakan spesies baru burung asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Presiden Joko Widodo telah mengizinkan penggunaan nama Ibu Negara pada jenis burung yang ditemukan di pulau Rote ini," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado, Kamis (11/1/2018).

Burung madu itu bernama Myzomela irianawidodoae sp.nov. Menurut Siti Nurbaya, ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, nama burung menggunakan nama Ibu Negara.

"Ini adalah ungkapan atau bentuk penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung, dedikasinya dapat dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam menyelamatkan lingkungan di Indonesia," kata Siti Nurbaya.

Tim yang bekerjasama dengan tim peneliti dari Nasional University of Singapore yakin bahwa burung endemik dari jenis Myzomela spp itu adalah jenis baru.

Burung Myzomela irianawidodoae berukuran kecil dengan panjang tubuh 11,8 cm, dan bobotnya 32,23 gram dan panjang paruh 1,79 cm, bentangan sayap 17,2 cm dan panjang sayap 5,8 cm, panjang ekor 3,7 cm dan tinggi kaki 1,67 cm.

Cirinya adalah memiliki paruh berwarna hitam, mata berwarna cokelat gelap, kaki dan jari berwarna hitam dengan bantalan kuku warna kuning.

Bulu-bulu di bagian kepala hingga dada atas dan tengkuk berwarna merah darah, warna kekang hitam dan garis hitam tipis di sekeliling mata, pita hitam pada pertengahan dada dan secara bertahapmenjadi warna abu-abu dengan sapuan warna zaitun pada dada bawah, perut, paha dan sekitar tungging.

Punggung dan ekor burung berwarna hitam, serta pertengahan punggung sampai tunggir berwarna merah dan sayap berwarna hitam bercampur abu-abu gelap.

Burung ini merupakan pemakan nektar, yaitu cairan manis yang terdapat pada bunga. Mereka juga menyukai beberapa jenis serangga kecil, termasuk laba-laba.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved