Terlibat Politik Praktis Saat Pilkada, Karyawan PDAM Terancam Dipecat

Ada dua pilihan berhenti di PDAM. atau aktif di partai politik wajib ada pilihan satu di antara dua dan ini akan berlaku bagi karyawan

Terlibat Politik Praktis Saat Pilkada, Karyawan PDAM Terancam Dipecat
Bangka Pos / nurhayati
Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dirut PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir memperingatkan karyawan PDAM agar jangan coba-coba ikut politik praktis saat pemilukada 2018 ini.

Pasalnya jika terbukti karyawan PDAM bisa terancam sanksi berat yakni pemecatan.

Peringatan ini disampaikan Wellindra menindaklanjuti perintah langsung Dewan pengawas PDAM Tirta Bangka M Kamil Abubakar yang di sampaikan saat rapat koordinasi antara dewan pengawas bersama dirut beserta seluruh karyawan PDAM Tirta Bangka, Senin (8/1/2018) di Gedung Dharma Wanita Sungailiat.

Ditegaskannya, Dewan Pengawas PDAM Tirta berkali-kali menyampaikan pesan tersebut dan memerintahkan kepadanya sebagai Dirut PDAM Tirta Bangka untuk membuat deskresi terkait aturan mengenai keterlibatan karyawan PDAM dalam satu organisasi partai maupun menjadi tim sukses peserta pilkada.

"Ada dua pilihan berhenti di PDAM. atau aktif di partai politik wajib ada pilihan satu di antara dua dan ini akan berlaku bagi karyawan tetap atau karyawan kontrak," tegas Wellindra kepada bangkapos.com, Kamis (11/1/2018) di PDAM Tirta Bangka.

Warning tersebut disampaikannya agar indepedensi sebagai karyawan terjaga dan tetap fokus dengan pelayanan kepada masyarakat.

"Dirut saat ini sudah mempersiapkan deskresi aturannya berdasarkan surat keputusan direktur. Saya akan panggil Tim Kajian Hukum PDAM agar tafsirnya jelas akurat dan mengikat tapi juga tidak membelegu hak berpolitik karyawan karena berpolitik itu hak hidup setiap individi, tapi politik yang bagai mana? Kalau karyawan punya nomor anggota partai itu jelas salah. Nanti akan saya koordinasikan dan akan saya sampaikan se-manusiawi mungkin dengan pertimbangan pertimbangan yang rasional," jelas Wellindra.

Untuk itu ia berharap masyarakat dapat memberikan masukan, saran atau informasi yang akurat dan valid kalau ada karyawan PDAM yang terlibat politik langsung atau menjadi timses salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Bangka.

"Kalau cuma dengar kata orang tidak di dukung dengan data yang valid jangan pernah memberikan info ke saya, bisa-bisa saya yang akan memperkarakan orang yang memfitnah staf saya itu. Tugas saya melindungi staf saya siapapun dimanapun mereka berada adalah tugas saya melindungi dari rasa aman dan nyaman tidak hanya karyawan istri atau suami dan ana-anaknya juga bagian dari saya," tegas Wellindra.

Dia yakin semua karyawan PDAM Tirta Bangka paham dan memahami isyarat keras dari Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Bangka.

"Sudah ada indikasi, baik melalui dewan maupun ke saya. Aturan terkait indepedensi karyawan ini nanti juga berlaku bagi direktur. Jangan hanya staf yang dikasih aturan sementara direkturnya enggak diatur ini enggak adil dan enggak bijak sebagai pemimpin," kata Wellindra.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help