BangkaPos/
Home »

Video

Video : Tonton 'Pengacara Terdakwa Korupsi Bansos Kematian Nilai Vonis Hakim tak Adil'

Pengacara terdakwa perkara kasus korupsi bantuan sosial (bansos) kematian, Jailani SH menilai putusan majelis hakim terkesan tak adil

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pengacara terdakwa perkara kasus korupsi bantuan sosial (bansos) kematian, Jailani SH menilai putusan majelis hakim terkesan tak adil atau sepihak terhadap kliennya, Silviana Prihartini alias Silvi saat majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Kamis (11/1/2018) menjatuhkan vonis pidana 7 tahun kurungan penjara.

Alasannya selama proses persidangan perkara korupsi bansos kematian tahun anggaran 2015 di intansi DPPKAD Kabupaten Bangka pihak jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka terkesan melindungi para saksi lainnya.

Baca: Korupsi Bansos Kematian, Hakim Vonis Silvi 7 Tahun Penjara

Padahal menurutnya sejumlah saksi itu atau tim verifikasi proses pencairan dana bansos kematian itu diduganya ikut pula terlibat dalam perkara korupsi ini.

"Bendahara umum (Silvi--red) menyatakan SPM (Surat Perintah Membayar--red) lengkap barulah keluar SP2D (Surat Perintah Pencairan Daerah--red). Nah ingat kewajiban dia (Silvi--red) itu. Tapi itu dianggap pelanggaran administratif nah bagaimana hal itu bisa dianggap melanggar peraturan pemerintah," kata Jailani.di hadapan wartawan usai menghadiri sidang putusan kliennya. 

Bahkan seperti diungkapkan oleh Jailani sebelumnya kepada bangkapos.com jika dalam perkara ini pun diduganya masih ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat dan bukan hanya kliennya saja (Silvi).

Menurutnya ada seorang oknum PNS berinisial FR diduganya juga terlibat dalam perkara kasus korupsi tersebut.

"Bahwa Silvi akan mengungkap semuanya di persidangan nanti. Namun yang paling penting bahwa kita minta pihak kejaksaan mengkonfrontir antara Silvi dengan seorang berinisial FR. Karena dia (FR--red) juga ikut menikmati uang tersebut," kata Jailani, Kamis (3/8/2017). (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help