Home »

Lokal

» Bangka

Audensi di Kantor Camat Dinilai Gagal, Perwakilan Nelayan Parit Pekir Akan Temui Dewan

Kelompok Nelayan Parit Pekir akan mengelar audiensi ke DPRD Kabupaten Bangka, Senin (15/1/2018) mendatang.

Audensi di Kantor Camat Dinilai Gagal, Perwakilan Nelayan Parit Pekir  Akan Temui Dewan
ist
Pertemuan Perwakilan Nelayan Parit Pekir dengan Kaling Parit Pekir Darmanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kelompok Nelayan Parit Pekir akan mengelar audiensi ke DPRD Kabupaten Bangka, Senin (15/1/2018) mendatang. Rencana audiensi ini, buntut dari ketidakpuasan mereka mengenai  hasil rapat tentang penyaluran dana Kompensasi yang digelar di Kantor Camat Sungailiat, Kamis (11/1/2018) kemarin.

Kepala Lingkungan Parit Pekir Sungailiat, Darmanto dalam press release yang diterima bangkapos.com, Jumat (12/1/2018) mengaku nelayan tidak puas dengan hasil pertemuan di Kantor Camat Sungailiat beberapa waktu lalu.

Dirinya mengaku sebagian kawan nelayan yang hadir dalam pertemuan tersebut, memang benar panitia pembagian di likungan Parit Pekir periode lama dan pemilihan panitia dipilih langsung oleh kepala lingkungan sendiri.

" Iya memang benar panitia pemilihan dipilih oleh kepala lingkungan sendiri, cuma kawan itu bukan tidak saya pakai, tetapi mereka jauh hari mengatakan kepada saya  tidak mau terlibat lagi," ujar Darmanto.

Menurutnya, terkait pembagian kompensasi untuk Lingkungan Parit Pekir ke depan yang akan dibagikan di bulan Februari ini sudah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan panitia besar dengan kesepakatan bersama-sama 10 kaling yang lain.

Sedangkan Perwakilan Nelayan Lingkungan Parit Pekir, Sudirman nelayan yang hadir di audiensi kemarin mengaku dengan adanya kejadian ricuh saat audensi kemarin, sangat kecewa dengan cara Camat Sungailiat Suhardi dimana nelayan dengan panitia kompensasi tidak boleh bertanya tentang masalah-masalah yang lain selain masalah pembagian kompensasi.

"Padahal banyak pertanyaan dan saran kawan-kawan nelayan yang kami wakili ini yang harus di perjelaskan oleh yang berhak untuk menjelaskannya agar kami bisa jelaskan ke kawan-kawan nelayan yang lain yang tidak hadir. Kemudian baru saja pertanyaan awal dilontarkan oleh teman kami Wagiman pengusaha ikan tentang legalitas kepanitiaan kompensasi ini, seperti apa malahan pihak panitia Ratno marah-marah dan memicu keributan. Wajar dong orang bertanya dalam audiensi tinggal dijelaskan saja apa saja kekeliruannya," sesalnya.

Dia menyayangkan sikap Ratno selaku ketua panitia kompensasi yang marah sambil menunjuk Wagiman meminta untuk tidak mengintervensi. Mereka dari perwakilan nelayan dan pengusaha ikan merasa audiensi di Kantor Camat Sungailiat kemarin gagal.

"Kami berinisiatif hari Senin tanggal 15 Januari 2017 meminta di audiensikan lagi oleh dewan-dewan wakil rakyat kami, Pemerintah Kabupaten Bangka, serta stakeholder yang terkait di Kantor DPRD Kabupaten Bangka, atas keinginan bersama kawan nelayan kami dan juga masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan kami yang lain yang belum sempat kami tanyakan," ungkap Sudirman.

Menanggapi pernyataan Kaling dan Perwakilan Nelayan Parit Pekir, Ketua Dana Penyaluran Kompensasi dan Pembongkaran Timah KIP, Ratno Daeng Mappiwalli menjelaskan bahwa hasil pembagian kompensasi sudah diatur dalam SOP yang dibuat dirancang bersama 10 kepala lingkungan.

"Terlalu berlebihan jika mengatakan situasi tidak kondusif. Di dalam kepanitian juga ada nelayan bukan satu kelompok nelayan saja yang harus di dengar," kata Ratno.

Dia mengimbau agar para nelayan bisa menjaga suasana tetap tenang dan kondusif.

"Saya berharap kepada nelayan-nelayan yang ada di Sungailiat tetap tenang dan damai. Jangan terpancing isu-isu yang dari kelompok-kelomok tertentu yang kurang puas dengan kekalahan sewaktu pemilihan ketua panitia. Tetap bersatu," imbau Ratno.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help