BPBD Pangkalpinang Rangkul OPD Tanggulangi Bencana Alam

Masyarakat membutuhkan keteraturan, jangan basing-basing mengurus orang kena bencana. Dulu banyak tim dari Timsar

BPBD Pangkalpinang Rangkul OPD Tanggulangi Bencana Alam
Bangkapos.com/M Zulkodri
Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa ketika menerima kejutan berupa kue ulang tahun di kegiatan apel siaga bencana dan pengukuhan KSB Kelurahan Masjid Jami, Sabtu (29/07/2017). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti


BANGKAPOS.COM, BANGKA-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang membentuk tim koordinasi penanggulangan bencana bersama organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum.

Kerjasama ini dibeberkan Kepala BPBD Pangkalpinang Mikron Antariksa yang dibentuk sejak akhir 2017 lalu. 

Dikatakan Mikron ide pembentukan tim koordinasi ini guna mengatasi ego sektoral.

Pasalnya tiap ada korban bencana alam beberapa OPD langsung turun ke lokasi dalam waktu bersamaan sehingga dinilai koordinasi tidak efektif dan efesien. 

"Masyarakat membutuhkan keteraturan, jangan basing-basing mengurus orang kena bencana. Dulu banyak tim dari Timsar, Tagana dan BPBD yang berebut turun tapi tidak ada koordinasi," ujar Mikron kepada Bangka Pos, Jumat (12/1).

Kini menghadapi musim hujan dan angin kencang, BPBD Pangkalpinang menyiapkan anggotanya yang siaga saat banjir dan angin kencang.

Selain itu BPBD Kota Pangkalpinang pun sudah menentukan tempat evakuasi dan jalur pengungsian rawan bencana di 12 kelurahan yang sudah ditetapkan.

"Terbentuknya tim penanggulangan bencana dari berbagai OPD ini kelak akan saling membantu. Semisal Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan alat berat PC untuk mengatasi salurah drainase yang mampet,"tambahnya. 

Sepanjang Januari ini sudah ada beberapa daerah yang sudah terdampak bencana banjir di wilayah kepala tujuh dan rob di seputar jalan Trem Opas.  

"Yang paling susah bila hujan di atas rata-rata 500 milimeter ditambah air rob diatas 2,5 meter akhirnya menjadi banjir di Pangkalpinang. Masalah ini juga ditambah dengan sedimentasi sungai dan kolong yang tinggi sehingga tak bisa menampung air," tutup Mikron. (*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help