Edarkan Narkoba, Kolektor Timah Jadi Tahanan Jaksa

Pria asal Lampung yang berdomisili di Kelurahan Kenanga Sungailiat Bangka itu akan 'dimeja-hijaukan' bukan karena

Edarkan Narkoba, Kolektor Timah Jadi Tahanan Jaksa
Dok Tribunnews
Jeruji Besi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kolektor pasir timah, Nurul Arifin alias Hasan bakal diadili.

Pria asal Lampung yang berdomisili di Kelurahan Kenanga Sungailiat Bangka itu akan 'dimeja-hijaukan' bukan karena kasus pertambangan ilegal, melainkan narkoba.

Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kasat Narkoba AKP Albert DH Tampubolon ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (12/1/2018) memastikan proses pelimpahan perkara sudah dilakukan.

"Dimulai sejak Jaksa Kejari Bangka menyatakan berkas perkara penyidikan yang kita buat dinyatakan lengkap atau P21, " katanya.

Setelah P21 kata Kasat, proses selanjutnya berupa penyerahan barang bukti (BB) dan penyerahan tersangka.

"Ini kita lakukan dalam agenda pelimpahan tahap dua, berupa penyerahan BB dan tersangka kepada pihak kejaksaan. Dengan demikian status Tersangka  Nurul Arifin alias Hasan beralih sebagai tahanan jaksa," katanya.

Mengenai kronologis penangkapan, diulas kembali oleh Kasat. Bermula saat Tim Satnarkoba Polres Bangka mendapat kabar adanya pengedar barang haram di seputaran Kelurahan Kenanga Sungailiat.

Informasi diketahui, pelaku adalah Nurul Arifin alias Hasan, yang ternyata merangkap profesi sebagai bos atau kolektor timah.

"Makanya beberapa bulan lalu, saat kita datangi rumahnya, dan akan kita tangkap, dia (tersangka) awalnya mengira karena kasus timah. Padahal penangkapannya karena diduga dia penyalahgunaan narkoba," kata Kasat memastikan, saat penggeledahan di rumah tersangka di Kenanga, polisi menemukan sekitar 3 gram butiran bening jenis narkoba sabu.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved