Gugatan Ditolak MK, Diprediksi Hanya Jokowi dan Prabowo Bertarung di Pilpres 2019

Parpol harus memiliki 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional Pemilu 2014 untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres.

Gugatan Ditolak MK, Diprediksi Hanya Jokowi dan Prabowo Bertarung di Pilpres 2019
Tribunnews.com
Jokowi dan Prabowo 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PPP Romahurmuziy angkat bicara mengenai putusan MK yang menolak uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Pria yang akrab disapa Romi itu mengapresiasi langkah MK.

Menurutnya, MK telah kukuh dengan argumentasinya.

"Jadi kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada MK yang kukuh dengan argumentasinya untuk menetapkan PT yang sudah ditetapkan oleh DPR berdasarkan UUD," kata Romi dalam keterangan tertulis, Jumat (11/1/2018).

Baca: Anak Gadis Labrak Kamar Hotel, Astaga Ayahnya Lagi Gini, Selingkuhan Lari Terbirit-birit

Dengan keputusan MK ini, kata Romi, maka partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

"Bahwa tidak ada satupun partai di republik Indonesia ini yang bisa mengajukan calon presiden sendiri dan sudah pasti berkoalisi sehingga bisa saya prediksikan dengan peta survei ektabilitas yang sekarang ini, hanya akan ada kembali dua calon yaitu yang telah diusung oleh PPP Pak Jokowi dengan sejauh ini Pak Prabowo yang kemungkinan akan maju lagi dan itu hanya akan mengulang kembali peta pertarungan 2014," katanya.

Baca: Taufik Tenggak Racun Bersama Bayi Gegara Tak Mau Anaknya Minum Susu Hasil Uang Haram Kiriman Istri

Keputusan ini, kata Romi, bukan hal yang baru yang sebelumnya pernah dilakukan gugatan PT dan hasilnya juga tidak berbeda.

"Bahwa PT adalah cara kita untuk melakukan seleksi terhadap keinginan seluruh warga yang ingin maju sehingga memang itu diserahkan pada pembentuk UUD," tandasnya. (Tribunnews.com)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help