Hakim Telat Datang Sidang Praperadilan Molor Satu Jam

Penetapan status tersangka pada Aan Sukayat yang dilakukan pihak kejaksaan, justru dianggap sesuai aturan yang berlaku

Hakim Telat Datang Sidang Praperadilan Molor Satu Jam
Bangkapos/ferylaskari
Suasana Sidang Praperadilan di PN Sungailiat, Jum'at (12/1/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sidang praperadilan hari keempat kembali digelar. Agenda kali ini pemeriksaan ahli yang diajukan oleh pihak pemohon, maupun termohon. Jadwal sidang sempat molor satu jam, dari rencana awal, Jum'at (12/1/2018) Pukul 09.00 WIB.

Pihak pemohon praperadilan, Tersangka Korupsi Aan Sukayat diwakili Pengacaranya, Fani Maulana dkk lebih dulu hadir di Pengadilan Pukul 08.30 WIB. Tak lama kemudian Pihak Termohon, Kasi Pidsus Kejari Bangka, MF Hasibuan dan para jaksa lainnya memasuki halaman pengadilan.

Sekitar Pukul 09.00 WIB, kedua pihak masuk ke ruang sidang. Namun sayang, satu jam berlalu, Hakim Tunggal, Beny Yoga Dharma, tak kunjung datang. Hakim Tunggal Beny Yoga Dharma baru memasuki ruang sidang sekitar Pukul 10.15 WIB, dan langsung memimpin sidang.

Setelah mengetuk palu, Beny meminta pihak pemohon menghadirkan ahli yang diajukan, yaitu seorang dosen fakultas hukum sebuah perguruan tinggi di Jawa Barat, Prof Dr Nandang.

Ahli hukum pidana ini setelah disumpah, langsung dipersilahkan memberikan keterangan sesuai pertanyaan yang diajukan oleh pihak pemohon maupun termohon.

Sementara itu, Pihak Termohon, Kejari Bangka, menyiapkan Ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Ahli kedua pihak secara bergantian menyampaikan keterangan di hadapan Hakim Tunggal, Beny Yoga Dharma di ruang persidangan sesuai perkara yang sedang bergulir.

"Yang jelas kita hadirkan ahli Profesor Dr Nandang, seorang dosen, ahli bidang hukum pidana. Ahli ini akan menjelaskan seputar aturan hukum, terkait penetapan tersangka pada klien kita, Aan Sukayat oleh pihak Kejaksaan (Bangka) yang menurut kita tidak sah," kata Fany Maulana, Pengacara Aan Sukayat ditemui Bangka Pos Group di PN Sungailiat, Jum'at (12/1/2018).

Sementara Kepala Kejari Bangka Supardi, diwakili Kasi Pidsus MF Hasibuan dikonfirmasi secara terpisah, Jum'at (12/1/2018) menyatakan hal sebaliknya. Bahwa penetapan status tersangka pada Aan Sukayat yang dilakukan pihak kejaksaan, justru dianggap sesuai aturan yang berlaku

"Dan pada sidang kali ini, kita juga menyiapkan ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah RI. Saksi ahli ini akan mempertegas bahwa penetapan tersangka yang sudah kita lakukan pada Aan Sukayat, sebetulnya benar dan sah, sesuai peraturan perundangan-undangan yang ada di negara ini," kata Hasibuan," saat memberikan keterangan didampingi Jaksa, Mila Karmila.

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved