Kisah Yakuza Jepang, Gangster Kejam yang Dulu Dianggap Bak Robin Hood

Ini bukan cerita kuno, tetapi terjadi zaman sekarang. Tepatnya di Jepang di mana gangster dipandang tinggi oleh sebagian masyarakat

Kisah Yakuza Jepang, Gangster Kejam yang Dulu Dianggap Bak Robin Hood
Wikimedia

Kehidupan berakhir dalam lubang hitam

Seperti halnya Mafia, Yakuza juga terorganisir dalam satu keluarga besar. 
Hanya dalam hal ini Jepang kembali menunjukkan kehebatannya.

Menurut polisi Jepang, ada 11.878 orang tergabung dalam Yamaguchi-gumi, kelompok terkuat dari seluruh Yakuza. 

Tidak ada "oyabun", atau "Bapak" dari kelompok bandit itu yang lebih kepala batu, brutal, dan licik daripada Taoka.

Di tahun tigapuluhan saja dia berhasil menghentikan pemogokan para buruh kapal hanya dengan menggunakan pedang pendek. 

Kini sepeninggalnya, dia mewariskan sebuah "Benteng Kekuatan" dengan omzet Rp63,8 milyar setahunnya, dengan 113 direktur dan manager.

Kini bandit besar dan kecil itu berdatangan untuk memberikan penghormatannya yang terakhir. 

Kepolisian Kobe mengatur kendaraan-kendaraan 450 SEL, Bentley dan Rolls-Royce para bandit di jalah sempit sekitar rumah Taoka.

Penguburan seorang gangster pun harus dijaga keamanannya di Jepang. 
Tanpa gairah, seorang perwira polisi mendiktekan kepada sersannya, nama-nama Yakuza yang hadir di sana.

Kadang-kadang polisi itu menepuk-nepuk jubah hitam para pengawal boss itu. 

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved