Polisi Nyatakan Tak Ditemukan TI Rajuk di Depan Jembatan Perimping

Kapolsek Riausilip Iptu Cristo dan anggota terjun langsung ke lokasi. Namun tidak ditemukan ponton TI Rajuk

Polisi Nyatakan Tak Ditemukan TI Rajuk di Depan Jembatan  Perimping
Bangkapos/Riyadi
Riausilip Iptu Christo Nender dan anggotanya saat melakukan cek keberadaan TI Rajuk di depan Jembatan di DAS Perimping, Selasa (9/1/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepolisian dari Polsek Riausilip, beberapa hari lalu menindaklanjuti adanya informasi soal adanya TI Rajuk yang beroperasi di depan Jembatan Perimping Desa Riau Kecamatan Riausilip.

"Hari Selasa tanggal 09 Januari 2018 sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolsek Riausilip Iptu Cristo dan anggota terjun langsung dan mengecek ke lokasi dimaksud. Namun tidak ditemukan ponton TI Rajuk dan kegiatan penambangan," kata Kabag Ops Polres Bangka Kompol Sophian S kepada bangkapos.com Jumat (12/1/2018).

Setelah cek lokasi di jembatan Perimping Selasa siang lalu, Kapolsek Riausilip menghimbau masyarakat sekitar untuk tidak melakukan penambangan.

Ia menyampaikan, masyarakat juga diharapkan membantu menginformasikan secara langsung dan segera ke pihak Kepolisian, bila mengetahui adanya kegiatan penambangan di sekitar Aliran Sungai Perimping.

Selanjutnya, di hari Rabu (10/1) siang, anggota Satpolair Polres Bangka dipimpin Kasatpolair Res Bangka, melakukan patroli di seputaran Jembatan dan Alur Sungai Perimping di wilayah Riausilip dan Belinyu.

Dari hasil kegiatan yang dilakukan, khususnya di sekitar jembatan Perimping, tidak ditemukan ponton TI Rajuk maupun kegiatan penambangan.

Warga sekitar DAS Perimping Amirudin mengatakan, dalam beberapa malam dalam minggu ini, TI tower tidak ada yang beroperasi lagi di Tumang di Sungai Perimping tepatnya di Jembatan Perimping.

"Kami orang kampung saja nggak mau operasi di situ, kami juga tidak mau di depan Jembatan Perimping ada TI apung atau tower, karena yang asli kampung sini sayang dan melindungi sungai di depan jembatan agar tidak ditambang, tapi yang buat kesal masyarakat, TI tower punya orang luar justru malah berani, mereka malam operasinya, kalau siang pontonnya ditarik ke dalam, malam baru operasi, tapi sementara ini nggak operasi malam apalagi siang," ujar Amirudin.

Penulis: riyadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved