Home »

Lokal

Warga Parit Pekir Desak Pemkab Bangka Atasi Banjir Sungailiat

Sesuai instruksi pak Bupati Bangka, kita memang ada rencana untuk membuat embung dan saluran air ini, agar kawasan

Warga Parit Pekir Desak Pemkab Bangka Atasi Banjir Sungailiat
Bangkapos/Edwardi
Dinas PUPR Kabupaten Bangka, Lurah Kelurahan Sri menanti Sungailiat, dan warga melakukan survey lapangan untuk lokasi pembuatan embung di kawasan Pasar Inpres Sungailiat untuk mengatasi banjir. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Warga Lingkungan Parit Pekir, Maria Goretti dan Kampung Jawa Kecamatan Sungailiat mendesak Pemkab Bangka agar mengatasi persoalan banjir yang sering terjadi di dalam Kota Sungailiat, khususnya kawasan Pasar Inpres dan tiga wilayah lingkungan tersebut.

Warga Lingkungan Parit Pekir, Rozi mengatakan setiap terjadi hujan lebat  sekitar 3 jam saja, ditambah air laut sedang pasang maka warga Parit Pekir harus waspada dan bersiap-siap rumahnya tergenang banjir.

“Kami berharap Pemkab Bangka segera membuat embung dan pelebaran saluran air untuk mengatasi persoalan banjir ini,” kata Rozi.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Chairil Anwar mengakui untuk mengatasi permasalahan banjir di dalam Kota Sungailiat, khususnya di kawasan Pasar Inpres, Kampung Jawa, Maria Goretti dan Parit Pekir, Pemkab Bangka melalui berencana membuat embung dan memperlebar saluran air di kawasan Pasar Inpres Kelurahan Sri menanti Sungailiat.

“Sesuai instruksi pak Bupati Bangka, kita memang ada rencana untuk membuat embung dan saluran air ini, agar kawasan Pasar Inpres dan sekitranya tidak tergenang air lagi. Namun untuk urusan teknisnya lebih jelas silahkan hubungi Kabid Perairan, Aristian,” kata Chairil,Jumat (12/01/2018).

Untuk itu para staf Dinas PUPR bangka, Lurah Kelurahan Srimenanti, dan warga bersama-sama melakukan survey lapangan untuk mencari lokasi yang tepat untuk pembuatan embung.

“Untuk membuat embung di dalam kawasan Pasar Inpres ini kelihatannya terlalu sempit dan tidak memungkinkan. Cuma paling bisa dibuat saluran air yang lebih lebar mengelilingi pasar Inpres sekalian sebagai pembatas lahannya,” kata Aristian, Kabid Pengairan Dinas PUPR Bangka.

Menurutnya, lokasi pembuatan embung yang strategis adalah di bawah len listrik PT Timah di perbatasan Kelurahan Srimenanti Sungailiat dengan Desa Karya Makmur Pemali.

Namun lahan tersebut merupakan lahan milik PT Timah.

“Kalau bikin embung di Pasar Inpres lahannya terlalu sempit, sebaiknya di lokasi bawah len listrik PT Timah ini lahannya masih luas, namun lahannya milik PT Timah, bukan pemda,” jelasnya.

Sementara Rozi, warga Parit Pekir berharap Pemkab dan DPRD Bangka bersama PT Timah bisa duduk satu meja membahas rencana pembuatan embung untuk mengatasi banjir ini.

“Kita berharap I Pemkab dan DPRD Bangka bisa segera memanggil Dinas PUPR dan PT Timah untuk membahas masalah pembuatan embung ini menggunakan dana darurat, apalagi tahun 2018 ini dipekirakan hujan akan terjadi sepanjang tahun,” tukas Rozi.(*)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help