Cuaca Ekstrem dan Gelombang Capai 3 Meter, Nelayan Pilih Tidak Melaut

Menurut Samsudin, untuk riak yang terlihat di pinggir dermaga ini tinggi. Apalagi saat berada di tengah laut, tinggi gelombang bisa capai 3 meter

Cuaca Ekstrem dan Gelombang Capai 3 Meter, Nelayan Pilih Tidak Melaut
Bangkapos/Agus Nuryadhyn
Puluhan kapal nelayan dan bagan saat bersandar di Dermaga TPI Desa Batubelubang Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dalam tiga hari belakangan ini, gelombang di perairan wilayah Bangka Belitung tinggi.

Diperkirakan gelombang hingga capai 3 meter.

Sehingga sebagian besar masyarakat desa Batubelubang Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah, tidak bisa melaut.

Puluhan kapal nelayan ditambatkan di Dermaga TPI desa Batubelubang Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (13/1/2018).

Dimulai sejak Bulan Desember 2017 hingga awal Januari 2018 jelang tahun baru, gelombang kembali normal.

Namun sekitar tiga hari belakangan ini, kondisi cuaca di wilayah perairan Bangka Belitung cukup ekstrim.

"Untuk sekarang ini, angin kembali kencang dan gelombang tinggi," ungkap Samsudin Salim, salah seorang nelayan yang juga sebagai sekretaris Nelayan Desa Batubelubang, saat ditemui, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Samsudin, untuk riak yang terlihat di pinggir dermaga ini tinggi. Apalagi saat berada di tengah laut, tinggi gelombang bisa capai 3 meter lebih.

Nelayan yang tinggal di pesisir Desa Batubelubang Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah, melaut ke Utara Bangka, jarak 20 hingga 30 mil.

Dengan cuaca yang saat ini cukup ekstrim, tinggi gelombang bisa capai 3 meter, maka warga pesisir lebih banyak berada di darat.

Menurut Samsudin, untuk di wilayah desa Batubelubang ada sebanyak 24 unit bagan perahu dan 40 unit perahu untuk ke bagan dan mengangkut nelayan dari bagan ke dermaga TPI di Desa Batubelubang. 

"Warga pesisir ini sebagian besar sangat tergantung dari tangkapan hasil laut maupun ikan yang ada di bagan apung," jelasnya.

Bahkan ini juga berdampak kepada masyarakat di Desa Batubelubang ini yang memproduksi ikan asin. Dengan tidak adanya nelayan yang melaut, maka tidak ada ikan yang dapat diasinkan.(*)

Penulis: agusrya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help