Gelombang Laut di Atas Normal, BMKG Imbau Warga Waspada

Memang untuk gelombang laut hari ini dan besok masih ekstrim terutama untuk wilayah perairan utara, selatan Bangka

Gelombang Laut di Atas Normal, BMKG Imbau Warga Waspada
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Staf seksi data dan informasi BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Depati Amir Pangkalpinang mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut berhati-hati.

Pasalnya berdasarkan prediksi BMKG, dengan penanda anging kencang yang terjadi hari ini, Sabtu (13/1/2018), ketinggian gelombang laut di perairan Bangka Belitung terbilang ekstrim. Cuaca ekstrim terjadi selama tiga hari mulai 13-15 Januari 2018.

Staf Seksi Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi mengatakan gelombang tinggi di perairan Bangka hari ini sudah terdeteksi maksimum 4,5 meter. Padahal gelombang laut dinyatakan normal apabila ketinggiannya tak melebihi 2 meter.

"Memang untuk gelombang laut hari ini dan besok masih ekstrim terutama untuk wilayah perairan utara, selatan Bangka, Selat Galasik dan Selat Karimata. Sampai tanggal 16 Januari 2018 sudah mulai normal lagi," ujar Slamet saat ditemui Bangka Pos di kantor BMKG Pangkalpinang.

Dari hasil pantauan BMKG Pangkalpinang, di perairan sekitar Selat Gelasa dan perairan Selatan Pulau Bangka tinggi gelombang perpeluang mencapai 2,5-3,5 meter untuk tiga hari kedepan. Sementara gelombang laut maksimum di perairan Bangka Utara dan Selat Karimata diprakirakan lebih tinggi mencapai 3,5-4,5 meter.

"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut 1-3 hari ke depan, gelombang sudah masuk kategori ekstrim. Gelombang paling tinggi untuk hari ini ada di Selat Karimata, Selat Gelasa, dan utara Bangka Belitung," tegasnya.

Tingginya gelombang di atas ambang normal dijelaskan Slamet karena pengaruh angin kencang. Tercatat kecepatan maksimum angin di wilayah Pangkalpinang mencapai 14-15 knot, angka ini terbilang lebih kecil dibanding kecepatan angin di Pulau Belitung yang mencapai 19 knot.

Meski BMKG Kota Pangkalpinang sudah memberikan imbauan melalui semua portal media sosial, namun berdasarkan laporan yang diterima BMKG Pangkalpinang masih ada beberapa kapal yang berlayar.

Gelombang tinggi berpotensi terjadi pada siang dan menjelang sore hari. Kencangnya angin yang mempengaruhi tinggi gelombang laut turut dipengaruhi Cyclone Tropis Joyce yakni angin kencang di wilayah barat daya Sumatera ditambah dengan pusaran angin Borneo Vortex di sekitar wilayah Kalimantan dan Papua.

"Ada pengaruh regional dari Kalimantan dan Papua, cuaca memang saling berhubungan," tambah Slamet.

Angin kencang yang diprakirakan BMKG Kota Pangkalpinang selama tiga hari akan berpengaruh terhadap cuaca tiga hari kedepan yang diprediksikan berawan. Peluang hujan pun kecil mengingat pembentukan awan hujan berpotensi minim akibat terbawa angin.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help