Inilah Hukuman Mati Paling Kejam di Dunia, Penjahat Disayat dan Dikuliti Hidup-hidup

Eksekusi kejam dan tak manusiawi ini dilakukan di Tiongkok sudah hampir 1000 tahun sampai abad ke 20.

Inilah Hukuman Mati Paling Kejam di Dunia, Penjahat Disayat dan Dikuliti Hidup-hidup
Eksekusi lingchi yang dikenal sebagai penyiksaan terkejam di dunia 

BANGKAPOS.COM - Zaman dahulu eksekusi mati merupakan sebuah hukuman kematian yang sudah biasa.

Dan banyak dilakukan di berbagai negara.

Tiap negara mempunyai tradisi aneh yang berbeda-beda.

Salah satunya tradisi eksekusi kematian yang terkenal dari dataran Tiongkok ini.

Baca: Kisah Dramatis Penangkapan Pembunuh Satu Keluarga di Aceh, 2 Kali Lolos Akhirnya Menyerah di Bandara

Eksekusi yang terkenal dengan sebutan Lingchi dilansir Grid.ID melalui ranker.com.

Lingchi, jika diterjemahkan artinya adalah "kematian oleh seribu potongan" atau "irisan lambat".

Jadi hal ini mengacu pada sebuah eksekusi yang dilakuakan secara pelan-pelan dengan cara menyiksa terseksekusi.

Eksekusi ini dilakukan di Tiongkok sudah hampir 1000 tahun sampai abad ke 20.

Baca: Wanita Cantik Tewas Setelah Operasi Plastik Untuk Memperindah Bagian Tubuhnya

Eksekusi ini sungguh kejam dan tidak manusiawi.

//

Hal ini tentu dilakukan oleh seorang algojo. 

Tindakan ini serupa dengan menguliti atau penghilangan kulit saat seseorang yang masih hidup.

Baca: Adegan Ranjang Siswi SMA Beredar di Medsos, Tak Diduga Ini Dia Sosok Penyebarnya

Orang yang menerima eksekusi lingchi ini adalah orang yang melakukan kejahatan besar.

Bahkan disebutkan kejahatan yang telah merusak tatanan sosial.

Hal ini kemudian pernah menjadi perdebatan oleh seorang pelancong Australia yang menyaksikan kengeriannya.

Gambaran praktik tersebut jelas terlalu biadab dan bahkan menjadi praktik eksekusi yang tertulis dalam sejarah dan budaya.

Baca: Wanita Cantik Posting Video Cari Pasangan, Cepetan Siapa Tahu Kamu Jadi Suami Idaman

Seorang theorist bernama Georges Bataille pernah menuliskan tentang eksekusi ini.

Penjelasan soal eksekusi lingchi ini termasuk dalam karya manuskripnya tentang teori budaya, berjudul The Tears of Eros

Buku ini mengisahkan tentang seorang pria ymenjadi sasaran lingchi.

 (Grid.ID/Afif Khoirul Muttaqin)

Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help