Mengintip Liarnya Masa Muda Grace Kelly si Putri Monako yang Pernah Hampir Diperkosa

ia sempat menumpahkan kerisauannya ketika harus menjalani tes kesuburan. Grace khawatir ketahuan sudah tak perawan

Mengintip Liarnya Masa Muda Grace Kelly si Putri Monako yang Pernah Hampir Diperkosa
Telegraph
Grace Kelly 

Setelah film pertama Dial M (1953), ia menggali habis-habisan sensualitas Grace dalam Rear Window.

Kembali Grace jatuh cinta. Kali ini dengan teman mainnya di Rear Window, Ray Milland. Kisah ini meledak menjadi skandal, karena Milland sampai berpisah dari istrinya. Masyarakat marah besar kepada Grace.

Tidak hanya itu, keluarga Kelly yang Katolik konvensional tidak setuju ia menikah dengan seorang pria beristri. Kolom-kolom gosip melahap dan "mencincang" Grace habis-habisan.

Untuk pertama kalinya Grace ketemu batunya. Sejak itu ia berhati-hati untuk tidak berkencan dengan pria beristri.

Keperawanan

Tonggak besar dalam karier Grace datang ketika ia mendapat tawaran untuk main dalam The Country Girl. Sebagai drama cerita ini sudah memenangkan hadiah Tony (semacam Oscar di bidang film).

Peran utamanya bukan gadis cantik yang kaya lagi, tapi istri menderita akibat ulah suami.

Kemampuan aktingnya yang semakin matang kali ini diuji. Walaupun masih risau akibat hubungannya dengan Ray Milland, sambil berpacaran juga dengan Bing Crosby, Grace tetap amat profesional.

Dari rekan main sampai petugas bagian kostum senang bekerja dengan Grace. Maklumlah, ia tak kenal istilah sok karena nama besar.

Kalau di akhir tahun 1954 ia telah menjadi bintang film wanita nomor wahid, tahun 1955 adalah gongnya. Ia memenangkan Oscar untuk The Country Girl.

Sayang, kepada pers Jack Kelly malah berkomentar, "Saya selalu mengira Peggy-lah yang akan sukses. Soalnya, apa yang dapat dilakukan Grace, Peggy pun bisa."

Grace dipersunting oleh Pangeran Rainier pada tanggal 19 April 1956. Menurut Richardson, ia sempat menumpahkan kerisauannya ketika harus menjalani tes kesuburan. Grace khawatir ketahuan sudah tak perawan.

Setiap  hari Grace menelepon Richardson. "Ia mengatakan kepada dokter, selaput daranya robek ketika main hockey di SMTA," kenang Richardson. Richardson ini pacar Grace selama 3 - 4 tahun, tapi tetap berkawan sampai tua.

Grace kelihatannya menyesali masa lalunya di Hollywood. Itu kata Oleg Cassini, pacar seriusnya sebelum berkenalan dengan Rainier. Cassini masih ingat, Grace Katolik yang saleh.

Ia sering mengantarkan pacarnya itu ke pengakuan dosa. Bahkan Cassini yakin, waktu itu Grace sudah siap untuk setia pada satu orang saja begitu menikah.

Sampai akhir hidupnya Grace tidak hanya menjadi istri yang setia, ,ibu yang berkali-kali mau berkorban untuk suami dan anak-anaknya, tapi juga ibu negara yang berdedikasi dan penuh welas asih.

Dua bulan sebelum meninggal, Grace ditanya bagaimana ia ingin dikenang orang. Ia menjawab, "... Saya ingin dikenang sebagai manusia sederhana yang punya perhatian pada sesama ...."

Periode hidupnya sebagai ibu negara Monaco banyak orang tahu. Tak ada lagi istilah "citra" dan "realita" seperti pada masa belianya.
Grace adalah Sang Putri dari Monaco, luar-dalam. (Lily)

 
(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi September 1992)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help