Perubahan Daihatsu Terios Baru Demi Irit Bensin

Bukan hanya pada tampilan atau sisi eksteriornya saja, tapi bagian mesin juga mengalami perubahan.

Perubahan Daihatsu Terios Baru Demi Irit Bensin
(Ghulam/KompasOtomotif)
All New Terios. 

BANGKAPOS.COM--Kurang lebih dekade usia Terios angkatan pertama bertahan di pasar dalam negeri, PT Astra Daihatsu Motor akhirnya harus memensiunkanya dan melahirkan generasi kedua All-New Terios.

Bukan hanya pada tampilan atau sisi eksteriornya saja, tapi bagian mesin juga mengalami perubahan. Namun, jika mebandingkan dengan data teknis Terios lawas, ada penurunan tenaga dan torsi di mana sebelumnya 109PS @6.000 dan torsi 14,1 kg.m @4.000, menjadi 104PS dan 13,9 kg.m @4.200.

Jadi jika diambil selisihnya, ada gap 5PS setara dengan sekitar 4,9 hp, sementara torsinya berkurang 0,2 kg.m atau 1,96 Nm. Tekait dengan ramai perbincangan akan melemahnya tenaga tersebut (dari data spesifikasi brosur), pihak ADM coba mengonfirmasi.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT ADM menyebutkan kalau ini merupakan pilihan yang sudah disepakati bersama management Daihatsu, yang juga sudah melalui riset. Meski begitu, ada imbalan lain yang akan didapatkan oleh konsumen.

All-New <a href='http://bangka.tribunnews.com/tag/daihatsu' title='Daihatsu'>Daihatsu</a> <a href='http://bangka.tribunnews.com/tag/terios' title='Terios'>Terios</a> Febri Ardani/KompasOtomotif All-New Daihatsu Terios

“Memang benar secara data dengan Terios lama lebih kurang, tetapi kalau kita bandingkan fuel consumption-nya itu lebih baik.  Kami menganalisa kebutuhan customer dalam negeri, yang secara pemakaian antara 70-80 persen sehari-hari dalam kota, baru sekitar 10-20 persen dipakai untuk daerah pegunungan untuk membutuhkan power lebih besar,” ujar Amelia, Kamis (11/1/2018).

Meski lebih kecil dari pendahulunya, All-New Terios masih unggul dibanding dengan pesaing dari merek kompetitor. Kali ini Terios mengadopsi mesin baru yang disebut-sebut juga digunakan pada Veloz, 4 Cylinder, 16 V, DOHC, Dual VVT-i.

“Jadi waktu menentukan kita mau lebih irit atau lebih powerful? Akhirnya diambil kesimpulan, karena pemakaian lebih banyak di kota, lebih baik kita ambil yang lebih irit, di mana power-nya tidak boleh kurang jika dibanding dengan model kompetitor, dengan akselerasi dan performa (nyata) juga bagus,” ucap Amelia.

//
 
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved