Hakim Tolak Permohonan Aan Sukayat, Jaksa Sungailiat Menang Praperadilan

Aan Sukayat (46), tersangka korupsi menggugat jaksa di Kantor Kejari Bangka tak membuahkan hasil.

Hakim Tolak Permohonan Aan Sukayat, Jaksa Sungailiat Menang Praperadilan
ist
Kasi Pidsus Kejari Bangka, MF Hasibuan dan Mila Karmila, Pihak Termohon dari Kejari Bangka, saat sidang praperadilan di PN Sungailiat, Senin (15/1/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA--- Aan Sukayat (46), tersangka  kasus korupsi menggugat jaksa di Kantor Kejari Bangka tak membuahkan hasil. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin Petang (15/1/2018) menolak permohonan praperadilan yang diajukan pengacaranya, Fany Maulana dkk.

"Menyatakan menolak permohonan praperadilan yang diajukan pihak pemohon terhadap pihak termohon," tegas Hakim Tunggal PN Sungailiat, Beny Yoga Dharma, membacakan putusan praperadilan, Senin Petang (15/1/2018) di ruang sidang pengadilan ini.

Pertimbangan paling mendasar hakim adalah, bahwa setelah serangkaian sidang digulirkan sejak satu pekan terakhir. Bukti surat maupun saksi yang dihadirkan di persidangan membuktikan sebuah fakta, bahwa ternyata penangkapan dan penetapan tersangka oleh pihak termohon pada pihak pemohon, Aan Sukayat, telah sesuai prosedur.

"Permohonan praperadilan yang diajukan pemohon (Tersangka Aan Sukayat) pada pokoknya menyatakan bahwa penetapan tersangka atas diri pemohon oleh termohon tidak sah. Tapi kemudian setelah persidangan praperadian digelar, hakim memeriksa bukti surat maupun saksi yang diajukan kedua belah pihak," tambah R Narendra Mohni, Humas PN Sungailiat, mewakili Ketua PN Sarah Louis Simanjuntak kepada Bangka Pos Group, usai sidang, Senin (Petang (15/1/2018).

Hasilnya, hakim yakin, permohonan praperadilan yang diajukan oleh pihak pemohon, Tersangka Aan Sukayat, tak terbukti.

Pada akhirnya hakim menilai bahwa penetapan tersangka atas diri pemohon oleh termohon telah melalui prosedur yang benar.

"Sehingga dalam putusannya, hakim menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," tegas Kiki, sapaan akrab R Narendra Mohni.

Sementara itu kemenangan Jaksa Sungailiat di perkara ini, menandakan perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama Tersangka Aan Sukayat, segera dilanjutkan ke Pengadilan Tipikor Babel di Pangkalpinang.

"Sesuai prediksi dari awal bahwa kami selaku penyidik di Kantor Kejari Bangka sangat yakin menang. Sebab prosedur semua sudah kami jalankan sesuai peraturan perundang undangan," tambah Kepala Kejari Bangka Supardi, diwakili Kasi Pidsus MF Hasibuan, usai sidang, Senin Petang (15/1/2018)

Seiring ditolaknya permohonan praperadilan pihak pemohon oleh hakim, menurut Hasibuan, pihaknya semakin yakin bahwa Aan Sukayat, bersalah dalam perkara Tipikor yang sedang mereka tangani.

"Kami penyidik (Kejari Bangka) semakin yakin untuk segera menuntaskan Kasus Tipikor DAS ini sampai tuntas," tegas pria berdarah Batak itu begitu bersemangat.

Sebelumnya disebutkan , Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka digugat. Institusi ini dipraperadilankan oleh Aan Sukayat, tersangka kasus korupsi yang ditetapkan oleh kejaksaan setempat, beberapa pekan lalu.

Jaksa Pidsus Kejari Bangka yakin Aan Sukayat bersalah atas dugaan merugikan negara di proyek rehabilitasi hutan lindung DAS Airanyir Merawang Bangka.

Namun penetapan status tersangka pada Aan Sukayat mendapat perlawanan. Aan Sukayat melalui Pengacaranya, Fany Maulana dkk kemudian 'memeja-hijaukan' jaksa yang menahannya. Tapi sayang, upaya kontraktor asal Sumedang Jabar, selaku Direktur CV Johar Putra ini tak membuahkan hasil.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved