Pembangunan RSUD Sjafrie Rachman Dilanjutkan Enam Gedung

Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengatakan usai pembangunan gedung baru RSUD Sjahfrie Rachman Kembali akan dibangun enam gedung baru.

Pembangunan RSUD Sjafrie Rachman Dilanjutkan Enam Gedung
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti mendampingi Bupati Bangka H Tarmizi Saat melihat maket RSUD Sjafrie Rachman, usai peresmian Gedung Baru RSUD Sjafrie Rachman, Senin (15/1/2018) di Puding Besar. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengatakan pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah Sjahfrie Rachman di Kecamatan Puding Besar sudah dibangun untuk tahap pertama.

Selanjutnya akan dibangun enam gedung baru lagi termasuk untuk fasilitas olah raga. Dimana luas lahan RSUD tersebut seluas lima hektar.

"Ini sedang kita laksanakan mudah-mudahan segera berfungsi. Kalau di Puskesmas Riausilip bisa langsung beroperasi karena alatnya sudah lengkap," kata Tarmizi kepada bangkapos.com, Senin(15/1/2018) usai peresmian gedung baru RSUD Sjafrie Rachman di Puding Besar.

Sedangkan tugas Dinas Pekerjaan Umum Penataaan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Bangka diminta merancang jalan menuju RSUD Sjafrie Rachman menjadi dua jalur.

Selain itu juga Tarmizi minta kepada Camat Puding Besar dan Kades Puding Besar agar perumahan di sekitar rumah sakit tersebut kumuh sehingga perlu di tata dengan baik.

"Jangan kayak nyemai biji kates mana punggung mana adep dak jelas," kata Tarmizi.

Dia juga minta adanya peran Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) ada di RSUD Sjafrie Rachman. Jadi jika ada kecelakaan atau gawat darurat bisa segera meluncur. "Kita siapkan jangan sampai orang kecelakaan tidak tertangani dengan baik," saran Tarmizi.

Dia juga menyarankan agar data ibu hamil, anak putus sekolah, orang tua hidup sendiri, penderita TB paru, penderita hipertensi dan penyakit lainnyadan untuk sistem donor darah juga di data dengan baik agar bisa tersedia data yang lengkap.

"Saya hanya mengajak semua jajaran ini mari kita melayani masyarakat dengan baik sebagai bentuk amal ibadah dan tanggung jawab kita sebagai aparatur sipil negara dan pemimpin yang baik," harap Tarmizi.

Untuk sumber daya manusia menurutnya tidak hanya di bidang perawatan tetapi juga keberadaab dokter spesialis tercukupi.

"Untuk sub spesialis butuh biaya dana Rp 4 miliar menyekolahkan sub spesialis misalnya sub spesialis bedah otak, sub spesialis neurologi.Sedangkan untuk spesialis butuh dana Rp 2 miliar. Ini kita bersama gubernur tidak mampu sendiri, nanti di Bangka Barat spesialis apa yang disekolahkan, di Bangka Tengah apa, Bangka Selatan apa, PT Timah menyekolahkan spesialis apa. Saya rasa perlu dalam waktu paling lama 10 tahun tercukupi keberadaan dokter spesialis," jelas Tarmizi.

Dia berharap Kabupaten Bangka ke depan bisa membangun industri pariwisata didukung oleh sarana kesehatan yang baik debgab infrastruktur yang andal dan pelayanan birokrasi di mana sekarang sudah tingkat nasional ke depan bisa setingkat internasional.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved