Puluhan Pekerja Tambang Kaolin PT Surya Wiraldo Tuntut Pesangon

PT Surya Wiraldo diketahui berhenti beroperasi karena izin penambangan kaolin mereka tidak diperpanjang.

Puluhan Pekerja Tambang Kaolin PT Surya Wiraldo Tuntut Pesangon
(POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN)
Suasana pertemuan antara pekerja PT Surya Wiraldo, perwakilan perusahaan, OPD terkait dan berbagai anggota komisi di DPRD Beltim, di ruang rapat DPRD Beltim, Senin (15/1/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR- ‎DPRD Belitung Timur (Beltim) menerima puluhan pekerja perusahaan tambang kaolin di Kecamatan Damar, PT Surya Wiraldo, Senin (15/1/2018) siang. Rapat ini terkait persoalan pesangon puluhan pekerja PT Surya Wiraldo yang terkena PHK.

Baca: Irwansyah Janji Tuntaskan Tugasnya, Mohon Doa Restu Berjuang di Pilkada Sumsel

PT Surya Wiraldo diketahui berhenti beroperasi karena izin penambangan kaolin mereka tidak diperpanjang. Pantauan Pos Belitung dalam pertemuan ini, perwakilan perusahaan Acin, mengatakan, bahwa IUP PT Surya Wiraldo tak sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah di Kabupaten Beltim.

"Kami hanya selalu miris karyawan yang jadi tameng seperti ini," kata Anggota Komisi II DPRD Beltim Husaini Rasyid.

Dia meminta tuntutan pekerja mengenai pesangon‎ pekerja dipenuhi perusahaan.‎

Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Syahrial menyarankan agar persoalan ini dimediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Beltim‎ melalui skema bipartid.

Dinyatakan, sedikitnya ada 34 pekerja PT Surya Wiraldo yang mengharapkan hak pesangon mereka.

Selain dihadiri perwakilan perusahaan, pertemuan yang dipimpin oleh Anggota Komisi I DPRD Beltim Koko Haryanto itu juga dihadir sejumlah OPD terkait dan anggota DPRD Beltim dari berbagai komisi.‎

PT Surya Wiraldo memiliki luasan IUP seluas 10 hektare dan perizinannya keluar pada 2000. Ketua Komisi III DPRD Beltim Ardian mengatakan, IUP perusahan tersebut berbenturan dengan RTRW karena di kawasan tersebut terkait kawasan penyangga permukiman.

"Kami minta pekerja diberikan kepastian soal pesangon ini," ujar Ardian.(*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved